Senin, 30 September 2013

Fatwa dan Himbauan K.H. Hasyim Asy’ari tentang syiah


Jauh-jauh hari sebelum Khomaini mencuci otak pemuda-pemuda kita di Iran dan melalui mereka mengexport revolusi Syi’ahnya ke indonesia, KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) ketika membuat Qanun Asasi Li Jam’iyah Nahdhatul Ulama’ beliau sudah mewanti-wanti agar kaum Nahdhiyin berpegang teguh dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (madzhab Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali) serta waspada dan tidak mengikuti Madzhab Syi’ah Imamiyah dan Syiah Zaidiyyah. Hal mana karena keduanya adalah Ahli Bid’ah.
            Dalam halaman 7 (tujuh) Qanun Asasi tersebut beliau menyampaikan Hadits Rosululloh  yang berbunyi : “Apabila timbul finah atau Bid’ah, dimana sahabat-sahabat ku di caci maki, maka setiap orang yang berilmu di perintahkan untuk menyampaikan ilmunya (menyampaikan apa yang ia ketahui tentang kesesatan Syi’ah).  Dan barang siapa tidak melaksanakan  perintah tersebut, maka dia akan mendapat laknat dari Alloh dan dari Malaikat serta dari seluruh manusia. Semua amal kebajikannya, baik yang berupa amalan wajib maupun amalan sunnah tak  akan diterima oleh Alloh”.
            Kemudian di halaman 9 (sembilan) Qanun Asasi tersebut beliau juga berfatwa, bahwa Madzhab yg paling benar dan cocok untuk di ikuti di akhir zaman ini adalah empat Madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (ke empatnya Ahlussunnah Wal Jama’ah).
            Selanjutnya beliau berkata : “ Selain empat Madzhab tersebut juga ada lagi Madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah, tetapi keduanya adalah Ahli Bid’ah, tak boleh mengikuti atau berpegang dengan kata-kata mereka”.
            Adapun mengenai Assawadul A’dhom ( golongan terbanyak) sebagai tanda golongan yang selamat dan akan masuk Surga, maka di halaman 9 (sembilan) Qanun Asasi tersebut, KH Hasyim Asy’ari telah mengutip sabda rosululloh SAW. sbb: Ikutlah kalian kepada Assawadul A’dhom (golongan terbanyak)”.
            Menanggapi Hadits Assawadul A’dhom tersebut, KH Hasyim Asy’ari berfatwa :” Karena fatwa membuktikan bahwa empat Madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (kesemuanya Ahlussunnah Wal Jama’ah) tersebut merupakan Madzhab yg paling banyak pengikutnya, maka barang siapa mengikuti Madzhab empat tersebut berarti mengikuti Assawadul A’dhom dan siapa saja keluar dari empat Madzhab tersebut berarti telah keluar dari Assawadul A’dhom”.
            Dengan adanya fatwa-fatwa tersebut diatas, jelas bagi kita bahwa KH Hasyim Asy’ari sudah berusaha agar kaum Nahdhiyin berpegang teguh dengan empat Madzhab Ahlussunnah serta waspada dan tidak sampai terpengaruh dengan propaganda Syi’ah.
            Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, bagaimana dengan oknum pengurus NU yang sampai sekarang menjadi jurkamnya Syi’ah dan terus berusaha mensyiahkan orang-orang NU ?.

NGERIIII, ternyata Inilah sebab JIN Masuk Ke Dalam Tubuh Kita

Tahukah kamu bahwa jin masuk ke dalam  tubuh manusia bukan hanya karena sihir atau  di guna - guna saja, terkadang mereka bangsa jin masu...