Sabtu, 22 April 2017

NGERIIII, ternyata Inilah sebab JIN Masuk Ke Dalam Tubuh Kita



Tahukah kamu bahwa jin masuk ke dalam  tubuh manusia bukan hanya karena sihir atau  di guna - guna saja, terkadang mereka bangsa jin masuk ke dalam tubuh manusia karena faktor - faktor yang terkadang kita anggap remeh, dan untuk terhindar dari masuknya jin ke dalam tubuh kita, kita harus mengetahui sebab musabab masuknya jin ke dalam tubuh kita , dan inilah diantara  sebab jin masuk ke dalam tubuh kita :

1. Faktor Alamiyah Manusia

diantara faktor ilmiyah masuknya jin ke dalam tubuh manusia adalah :
- Menguap tidak ditutup
- Ketika tidur tengkurap
- Buang air panas tanpa membaca basmalah
- Emosi Yang berlebih
- Terlalu bergembira
- Syahwat tidak terkendali
- Memakai parfum bagi wanita
- Tidak menutup aurat
- Berjalan naik tanpa membaca takbir dan menurun tanpa membaca tasbih
- Makan dan Minum menggunakan tangan Kiri
- Terlalu Sedih ( Galau /Melamun )
- Memakan Riba
- Rasa Takut berlebih

2. Melakukan Amaliyah Bid’ah & Ritual Kesyrikan
Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ(36)وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ(37)

"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (yaitu Al-Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya<> Dan sesungguhnya setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk." (Az - Zukhruf : 36-37)

dan di dalam firman-Nya yang lain :

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا(115)


“Dan barangsiapa yang menentang/ memusuhi Rasul sesudah nyata baginya al-hidayah (kebenaran) dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang mu’min, niscaya akan Kami palingkan (sesatkan) dia ke mana dia berpaling (tersesat) dan akan Kami masukkan dia ke dalam jahannam dan (jahannam) itu adalah seburuk-buruk tempat kembali”. (An-Nisa’ : 115)

Amal - amal yg tidak di contohkan nabi diantaranya yaitu :
(a). Melakukan Shaum yang tidak di ajarkan Nabi
Puasa yang tidak di syariatkan oleh Nabi Shallahu’alaihi wa sallam yaitu seperti : puasa pati geni , puasa mutih , ngeruh ( puasa hanya memakan buah dan sayur saja , ngebleng ( Tidak boleh keluar kamar selama 24 Jam ) dan sebagainya.
(b). Melakukan Wirid Over Dosis
Berdzikir dengan menetapkan Bilangannya tanpa landasan Syar’i dari Nabi Shallahu’alahi wasallam ,seperti : Membaca Ya Rohman 1.000x untuk pengasihan , Membaca Al-Ikhlas 1.000x untuk Keberanian dan sebagainya.
(c). Membaca Shalawat yang tidak bersumber dari nabi Shallahu’alahi wasallam
Membaca sholawat adalah suatu amalan yang di anjurkan Nabi, akan tetapi bisa berbahaya jika kita membaca sholawat yang tidak di ajarkan nabi kemudian menjadikannya Wirid Harian dan membacanya dengan bilangan tertentu, seperti : Membaca Shalawat Nariyah 100x, membaca Shalawat badar 100x dan sebagainya.
(d). Mempelajari Tenaga Dalam.
(e). Tabaruk ( Mencari Berkah ) di kuburan Tertentu ( Para Wali , Orang shalih dan sebagainya )
(f). Sering mendatangi Dukun ( Kikun : Kiayi Dukun ,Uskun :Ustadz dukun, dan Hakun : Haji Dukun )
(g). Menyembelih Hewan tertentu untuk mengobati Penyakit.
(h). Berzina untuk mendapatkan Kesaktian
(i). Menulis ayat - ayat Allah dengan darah Haid / menulis nya dengan kalimat terbalik
(j). Mempunyai benda - benda pusaka /wifiq dan jimat, memasang Susuk
Baca juga Apa yang harus kita lakukan ketika bermimpi buruk?

3. Lupa dari mengingat Alloh
Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ(36)


"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (yaitu Al-Qur'an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) " ( QS.Azzukhruf : 36 )


Dan diantara contoh lupa dari mengingat Alloh yaitu :
(a). Tidak berdzikir ketika hendak tidur
(b). Tidak membaca basmalah saat makan dan minum
(c). Tidak membaca doa saat masuk WC / Kamar Mandi
(e). Tidak berdzikir ketika keluar dan masuk rumah.
(f). Tidak berdzikir saat bersetubuh.
(g). Tidak berdzikir saat memasuki tempat asing yang baru di
temui /disinggahi, dan lain - lain.

4. Serangan Sihir /Pelet /Santet / Guna - guna
5. Turunan Orang Sakti /dukun

Rabu, 19 April 2017

Doa Ketika Hujan Deras




اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari


Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan (HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897)

Ibnul Qayyim mengatakan, ”Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam untuk memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca do’a di atas.” (Zaadul Ma’ad, 1: 439)

Senin, 14 Desember 2015

Apa yang harus kita lakukan ketika bermimpi buruk?

Dalam tidur kita pasti pernah bermimpi, baik itu mimpi baik atau mimpi buruk. Jika kita bermimpi baik hendaklah mengucapkan lafadz hamdalah (Alhamdulillah), namun bagaimana jika kita bermimpi buruk? Apa yg harus kita lakukan? 
Tidak usah panik, lakukan saja enam langkah sebagaimana tuntunan Rasulullah ini, insya Allah tidak akan ada hal membahayakan yang akan menimpa.

1.Ta’awudz

Begitu terbangun dari mimpi buruk, segeralah berlindung kepada Allah dengan membaca ta’awudz; a’udzu billahi minasy syaithanir rajiim (aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk).

الْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا حَلَمَ فَلْيَتَعَوَّذْ مِنْهُ وَلْيَبْصُقْ عَنْ شِمَالِهِ فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ

“Mimpi buruk berasal dari setan, maka jika salah seorang diantara kalian bermimpi buruk, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah karenanya” (HR. Al Bukhari)
Disunnahkan bacaan ta’awudz ini tiga kali sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits lainnya.

2.Meludah ke kiri tiga kali

Setelah berlindung kepada Allah, hendaklah orang yang bangun dari mimpi buruk meludah ke kiri tiga kali.

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ

“Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berlindunglah kepada Allah dari gangguan syetan tiga kali…” (HR. Muslim)
Dalam hadits ini, urutannya adalah meludah dulu, baru membaca ta’awudz.

3.Shalat

Langkah ketiga adalah shalat. Jika ta’awudz adalah meminta perlindungan Allah dengan ucapan, shalat adalah meminta pertolongan Allah dengan ucapan sekaligus perbuatan. Untuk bisa menunaikan shalat, seorang muslim harus berwudhu terlebih dahulu, sedangkan wudhu juga menjaga seseorang dari gangguan syetan.

فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ

“Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian shalatlah…” (HR. Muslim)

4.Mengubah posisi tidur

Setelah shalat, mungkin seseorang yang telah bermimpi buruk ingin tidur lagi. Rasulullah mengajarkan, hendaknya orang yang telah bermimpi buruk mengubah posisi tidurnya.

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ

“Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berlindunglah kepada Allah dari gangguan syetan tiga kali, dan mengubah tidurnya dari posisi semula.” (HR. Muslim)

5.Tidak menceritakan mimpi

Mimpi buruk tidak boleh diceritakan kepada siapapun; baik kepada keluarga maupun kepada orang lain.

فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلَا يُحَدِّثْ بِهِ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَلْيَتْفِلْ ثَلَاثًا وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ

“Siapa yang bermimpi yang tidak disukainya, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya dan dari kejahatan setan, dan hendaklah meludah tiga kali dan jangan menceritakannya kepada seorang pun, niscaya mimpi itu tidak membahayakannya.” (HR. Al Bukhari)


6.Tidak menafsirkan mimpi dengan penafsiran negatif

Rasulullah menjelaskan bahwa mimpi-mimpi itu tidak akan terjadi kecuali setelah ditafsirkan. Karenanya, kalaupun terpaksa menafsirkan mimpi, maka tafsirkanlah dengan hal-hal yang baik atau positif.

الرُّؤْيَا عَلَى رِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ تُعْبَرْ فَإِذَا عُبِرَتْ وَقَعَتْ

“Mimpi itu berada di kaki burung (mengambang) selama tidak di ta’birkan/ditafsirkan, jika dita’birkan bisa jadi mimpi itu akan terjadi.” (HR. Ibnu Majah; shahih)
Wallahu a’lam bish shawab

Minggu, 30 November 2014

Ulama Murji’ah , Ulama Yang Ajarkan Agama Sesuai Keinginan Penguasa

Dikutip dari buku Da’wah Al-Muqawwamah Al-Islamiyyah Al-‘Alamiyyah’ atau Perjalanan Gerakan Jihad (1930 – 2002) Sejarah, Eksperimen, dan Evaluasi. ***
Doktrin Murji’ah muncul bersamaan dengan kemunculan ulama penguasa, yaitu saat sistem monarki lahir dan sistem khilafah lenyap. Di sini, terjadi pemisahan antara penguasa dan Alquran.
Akidah menyimpang ini secara ringkas bisa digambarkan bahwa iman adalah pembenaran dengan hati dan pernyataan dengan lisan saja. Para penganut doktrin ini tidak memasukkan amal dari bagian makna iman.
Mereka berkata: iman adalah pembenaran dan kemaksiatan tidak akan membahayakan iman. Barangsiapa yang mengucapkan kalimat syahadat ‘laa ilaaha illallah’ kami hukumi Islam, tanpa peduli apa yang ia katakan atau perbuat setelahnya.
Mereka mengesampingkan semua kaidah nawaqidhul iman (hal-hal yang membatalkan iman) yang diterangkan oleh Al-Quran, Sunnah, dan pendapat-pendapat fuqaha yang terpercaya.
Ibnu Asakir meriwayatkan melalui jalur An-Nadhar bin Syumail, berkata, “Saya masuk ke tempat Al-Ma’mun, lalu dia bertanya, ‘Bagaimana kabarmu pagi ini, wahai Nadhar?’ Saya menjawab, ‘Baik-baik saja, wahai Amirul Mukminin.’ Dia bertanya lagi, ‘Apakah Murji’ah itu?’ Saya menjawab, ‘Murji’ah adalah agama yang menyesuaikan para raja. Mereka mendapatkan kekayaan dunia dengan agama dan mengurangi agama mereka.’ Al-Makmun berkata, ‘Kamu benar.’”
Para fuqaha kerajaan mengambil doktrin tersebut hingga para ulama peneliti mengistilahkan mazhab Murji’ah sebagai agama (keyakinan) yang disukai para raja. Menurut mazhab ini, para penguasa tetaplah muslim, mereka waliyyul amr (pemegang urusan kita) yang berhak ditaati, walaupun mereka merampas harta dan mencambuk punggung kita. Umat ini tetap harus berkata, “Kami ridha.” Ya, mereka tetap muslim, walaupun mengambil harta rakyat dan mencambuk punggung.
Fuqaha kerajaan itu lebih melonggarkan lagi kepada mereka dengan tambahan; walaupun para penguasa melecehkan harga diri dan menumpahkan darah kita; walau mereka berteriak dengan kata dan perbuatan seperti para pendahulunya sesumbar, ‘Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, ‘Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?” (Az-Zukhruf: 51)
Walaupun, para penguasa tersebut terang-terangan mengatakan ketidakcocokan hukum syariah untuk zaman sekarang. Walaupun mereka mengangkat pelindung dari musuh-musuh Allah. Walau mereka berperang dan memberangkatkan tentara untuk berperang di bawah panji-panji Yahudi dan Nasrani untuk membunuh muslimin. Dan walau…walau… yang lain.
Fuqaha kerajaan itu beralasan: bukankah penguasa tersebut menunaikan shalat Idul Fitri dan Idul Adha? Bukankah dia merayakan maulid nabi? Bukankah dia berzina dengan alibi nikah mut’ah yang dibolehkan oleh sebagian fuqaha? Bukankah ketika penguasa menelanjangi muslim dan muslimah yang bukan budak di berbagai penjara dan menyiksa mereka ada dalilnya, yaitu perkataan Ali kepada utusan Hatib bin Abu Balta’ah, “Keluarkan suratmu atau kami akan menelanjangimu?”
Bukankah penguasa boleh membunuh sepertiga rakyatnya agar dua pertiga rakyatnya menyerah kepada dirinya. Semuanya itu ada dalil-dalilnya menurut anggapan para ulama palsu saat ini. Mazhab Murji’ah ini karena begitu longgarnya, berisikan para Musailamah tukang bohong!
Demikianlah, Imamul Ulama, Ibnu Utsaimin melakukan pengembangan dari mazhab Murji’ah dengan mengatakan -sungguh, apa yang dikatakannya adalah pendapat yang hampir-hampir bumi pun pecah dan gunung pun runtuh karena begitu tidak masuk akalnya-, “Katakan, andai penguasa itu dihukumi kafir, apakah itu berarti kita harus ikut mengobarkan kemarahan orang terhadap penguasa hingga terjadi pembangkangan, chaos dan peperangan? Tentu saja tindakan itu salah.”
Agar orang tidak salah memahami bahwa yang dia maksud adalah penguasa di negaranya –karena menurut Ibnu Utsaimin, mereka masih berhukum dengan syariat Islam, alhamdulillah- maka Ibnu Utsaimin menjelaskan, “Seandainya penguasa di negara lain menjadi kafir, tetap saja tidak boleh keluar (memberontak)…”
Ucapannya yang seperti itu menantang pernyataan Alquran yang sharih (jelas), Sunnah yang shahih, dan ijma’ umat! Kemudian, Syaikh Al-Albani mengadopsi aliran kontemporer lain dalam kerangka mazhab Murji’ah, ia berkata, “Keluar (membangkang) penguasa pada masa sekarang ini sama saja keluar dari Islam itu sendiri.” Al-Albani bersaksi para penguasa Saudi Arabia itu tetap dalam keislaman mereka.
Selanjutnya, pembohong lain yang disebut sebagai mufti Agung Pakistan, Rafi’ Utsmani berkata, “Orang-orang yang terbunuh karena membela diri melawan serangan tentara pemerintah Pakistan bukanlah syuhada!” Rafi’ Utsmani membantah hadits Rasulullah, “Barangsiapa terbunuh membela hartanya, keluarganya, atau darahnya, atau agamanya, maka dia mati syahid.” (HR Abu Daud: 4774)
Rafi’ Utsmani juga menyatakan bahwa orang-orang Amerika dan kaki tangannya termasuk musta’man (non muslim luar yang dijamin keamanannya karena adanya perjanjian tertentu) sekaligus dzimmi (non muslim yang tinggal di negara Islam yang harus dilindungi harta, jiwa, dan kehormatannya selama mau membayar pajak), tidak boleh diganggu di Pakistan atau di negara mereka.
Rafi’ juga mencabut fatwa sebelumnya yang membolehkan operasi istisyhad (bom berani mati syahid). Ia berkata, “Kita tidak terbebani wajib jihad, kecuali apabila pemerintah (Presiden Musyarraf) menyerukannya.”
Ini seperti kasus ketika Dhiyaul Haq menyerukan jihad melawan Rusia. Mufti berkata, barangsiapa bertempur bersama Amerika melawan kaum muslimin, dia hanya berdosa saja dan tidak kafir dan bahwa berhukum dengan selain hukum Allah itu berdosa, namun tidak mengeluarkan dari Islam. Paling banter itu adalah kufur kecil.
Itulah yang kebanyakan terjadi pada para imam dakwah dan ilmu agama dari kelompok Murji’ah modern pada masa sekarang ini, baik yang sudah mangkat atau pun yang masih hidup dan berbuat demikian.
Hal yang patut digarisbawahi mengenai aliran politik Murji’ah adalah, mereka mau bertenggang rasa pada perilaku para raja dan penguasa, tetapi mereka tidak mau bertenggang rasa pada aksi para mujahid dan aktivis dakwah yang istiqamah. Mereka berani menghukumi para mujahidin sebagai anjing-anjing penghuni neraka! Mereka itu harus dibunuh, disalib, dipotong silang tangan dan kakinya, serta harus diusir dari tempat kediamannya di dunia ini.
Aliran Murji’ah ini mempertanyakan, “Bagaimana mujahidin membunuh Nasrani yang duduk di negeri kita dengan izin dari penguasa kita sehingga dia telah menjadi musta’min dan mu’ahid! Bagaimana boleh para penjahat dari orang-orang yang menyerukan jihad itu lalu menumpahkan darah salibis yang ‘suci’! Bagaimana boleh mereka melanggar jaminan keamanan penguasa murtad yang memberinya hak aman?”
Satu catatan aneh dan mengherankan dari fenomena aliran Murji’ah politik adalah bahwa para pemimpin mereka dari ekstrin tasawuf hingga yang disebut ekstrim salafi, atau Asy’ari, Maturidi, dan aliran Ahli Hadits memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang zat, asma, dan sifat Allah.
Namun subhanallah, mereka justru sepakat dalam hal keislaman penguasa (murtad), nama-nama, dan sifat-sifatnya, seperti yang terjadi di Maroko dan Pakistan, yang aliran ini eksis di sana. Aliran Murji’ah politik ini mau bersikap longgar kepada raja di bumi, tapi tidak mau bertenggang kepada Raja langit dan bumi serta isinya.
Penulis tampaknya tidak menemukan justifikasi bagi fenomena mazhab ini ketika mereka memilih dunia politik dan aktivitas demokrasi, kecuali dengan menggolongkan mereka sebagai bagian dari al-mala’ (kroni-kroni). Sebab, mereka akan masuk kedalam parlemen (institusi yang membuat hukum selain hukum Allah) dan masuk pemerintahan (institusi yang menerapkan hukum selain hukum Allah). Lantas, bagaimana mereka kemudian mengingkari penguasa, sedangkan mereka sudah masuk dalam golongan, sekutu, dan kroninya?
Lalu, apa solusinya? Solusinya adalah dengan tidak masuk kedalam institusi-institusi tersebut atau dengan menyatakan keislaman penguasa tersebut! Dan ternyata mereka lebih memilih yang mudah dan enak, yaitu menyatakan keislaman penguasa murtad yang menantang Allah dengan perang dan permusuhan, serta mencabut hak paling khusus Allah berupa uluhiyah.
- Syeikh Abu Mus’ab Assuri-


http://m.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/abu-mush-ab-as-suri-akidah-politik-murji-ah-dalam-gerakan-islam.htm

Minggu, 19 Januari 2014

Suara Persaudaraan

      Tragedi kemanusiaan yg menimpa saudara kita di mesir, suriah, dan bagian bumi yang lain membuka tabir keberpihakan dan pembelaan. ada yang membela dan membantu kaum muslimin dengan mengirimkan bantuan logistik, kesehatan atau mengumpulkan dana untuk mereka. Ada yang jelas-jelas berpihak pada tiran yang dzalim dengan membuat statemen yang menyudutkan kaum muslimin atau bahkan memutar balikan fakta. Ada pula yang menutup mata dan menyatakan bahwa itu adalah masalah internal negara mereka sehingga kita tak perlu ikut campur. seolah tak ada kewajiban bagi seorang muslim menolong saudara muslim lainnya yang berada di lain negara.
Padahal, nushrah (pertolongan) merupakan kewajiban dalam kerangka persaudaraan dan iman. Persaudaraan dalam islam tidak mengenal batas teritorial negara maupun bangsa. Yang ada hanyalah sekat antara keimanan dan kekafiran. Ketika saudaranya terancam jiwanya, terinjak kehormatannya maka sebagai seorang muslim kita harus menolongnya dengan jiwa, harta, serta melindungi kehormatannya. Rasulullah bahkan mengancam bagi orang yang tidak mau menolong saudaranya sementara ia mampu. Rasulullah bersabda : “ Tidaklah seseorang meninggalkan seorang  muslim di suatu tempat yang kehormatannya di rusak dan harga dirinya di hinakan, melainkan pasti Allah akan meninggalkannya di suatu tempat yang biasanya Allah senang memberikan pertolongan-Nya. Dan tidaklah seseorang menolong seorang muslim di suatu tempat yang harga dirinya di hinakan dan kehormatannya di rampas, melainkan Allah pasti akan menolongnya di suatu tempat yang Allah senang memberikan pertolongan-Nya “ (HR. Abu Dawud. Lihat shahih al jami’ ash-shaghir :  V/160)
Muhammad bin Said al-Qathani menjelaskan bahwa dalam masyarakat Islam, seorang muslim merupakan anggota aktif. Ia laksana salah satu anggota badan, yang apabila bagian tubuh ini tertimpa rasa sakit atau terganggu aktivitasnya, hal itu akan berpengaruh terhadap anggota tubuh yang lainnya. Sebelum merasa sebagai satu kesatuan tubuh yang saling menguatkan, akan sulit bagi kaum muslimin untuk meraih kemenangan.
Pertolongan bisa di wujudkan dalam banyak hal. Di antaranya membela jiwa, menghancurkan rintangan yang di pasang oleh orang2 dzalim, menyumbangkan harta benda untuk mengkokohkan dan menguatkan hubungan, melindungi kehormatan, mendoakan dari kejauhan agar mereka tetap memperoleh kemenangan, petunjuk dan jalan yang lurus, mengikuti berita2 kaum muslimin di berbagai penjuru dunia, serta memahami kondisi mereka dan menopang mereka dengan segenap kemampuan.
Jadi, jangan menutup mata, telinga dan hati. Mari kita tumbuhkan kesadaran ukhuwah kepada orang2 terdekat kita dan lakukan apa yang kita mampu untuk menolong saudara kita sesama muslim.

Minggu, 05 Januari 2014

Allah Tahu yang Kita Mau, Kenapa Perlu Berdoa?

“Mengapa kita perlu berdoa? Bukankah Allah Mahatahu semua yang kita inginkan? Jadi kenapa harus meminta? Apakah itu bukan berarti mendikte Allah untuk melakukan apa yang kita inginkan?” Yang lain lagi berkata, “Kenapa perlu berdoa? Toh apa yang Allah lakukan adalah apa yang Dia kehendaki, bukan apa yang kita kehendaki.”
Itulah di antara pikiran nyeleneh yang berseliweran dalam wacana dan perbincangan, bahkan sudah ada yang menjadikannya sebagai pegangan. Meskipun aneh, tapi jalan logika semacam itu bisa berpotensi menggembosi semangat kita untuk berdoa.
Inilah Jawabannya
Ya, kita perlu berdoa, karena Allah suka jika hamba-Nya berdoa kepada-Nya. Doa adalah bukti bahwa kita mengakui kelemahan kita di hadapan Allah, merasa rendah di hadapan-Nya dan senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya. Doa adalah pengakuan manusia, bahwa dirinya hanyalah seorang hamba di hadapan Allah.
Orang-orang yang tidak mau berdoa kepada Allah hanyalah orang yang sombong, seakan ia tidak butuh pertolongan Allah, atau merasa gengsi kalau harus merajuk dan merendahkan diri di hadapan Allah. Wajar jika Allah memurkai orang-orang semisal ini. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Bahwasanya barangsiapa yang tidak (mau) meminta kepada Allah, maka Allah murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)
Ath-Thiibi menjelaskan hadits tersebut, “Barangsiapa yang tidak mau memohon kepada Allah maka ia telah memposisikan diri untuk dibenci oleh Allah, dan orang yang dibenci layak untuk dimurkai, dan Allah suka jika hamba-Nya memohon kepada-Nya.
Allah menyebut orang-orang yang tidak mau berdoa kepadaNya sebagai orang yang sombong, sebagaimana firman-Nya,
“Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS al-Mukmin 60)
Mereka menyombongkan diri dari ibadah kepada Allah, dan makna ibadah dalam ayat ini adalah doa, sebagaimana jelas ditunjukkan oleh kalimat sebelumnya. Dan secara definitif Nabi shallallahu alaihi wasallam juga menafsirkan kata ‘ibaadati (beribadah kepada-Ku) pada ayat tersebut dengan doa. Sebagaimana yang dikatakan oleh an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasuullah shallallahu alaihi wasallam bersabda di atas mimbar,

اَلدَّعَاءُ هُوَ اْلعِباَدَةُ

“Doa adalah ibadah..” Lalu beliau shallallahu alaihi wasallam membaca ayat tersebut. (HR Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan shahih)
Syeikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “Tidak diragukan lagi bahwa doa adalah ibadah, karena ketika seseorang berdoa kepada Allah, maka dia telah membangun doanya di atas dua keyakinan; Pertama, bahwa ia mengakui betapa mendesak kebutuhan dirinya kepada Allah dan bahwa tidak ada tempat bersandar selain kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Kedua, bahwa doa menjadi bukti ta’zhim (pengagungan) dan keimanannya kepada Allah karena dia yakin bahwa Allah kuasa untuk mengabulkannya.”
Ini juga menjadi jawaban bagi orang yang menganggap bahwa berdoa berarti mendikte Allah untuk melakukan sesuatu, atau bahkan menyuruh Allah untuk ini dan itu. Doa adalah permohonan. Secara bahasa, permohonan adalah permintaan yang ditujukan dari yang lebih rendah derajatnya kepada yang lebih tinggi derajatnya. Jika ada anak yang meminta uang saku kepada orangtuanya, itu bukan berarti anak lebih tinggi derajatnya daripada orangtua. Justru menunjukkan, bahwa orangtua lebih tinggi statusnya daripada anak. Orang yang berdoa kepada Allah justru menunjukkan dirinya lemah dan butuh di hadapan Allah.
Doa adalah Cara yang Diperintahkan
Allah memang mengetahui keiginan kita dan Mahakuasa untuk memberikan apa yang kita inginkan meskipun tanpa meminta. Akan tetapi Allah menetapkan doa sebagai cara bagi manusia yang ingin mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Meskipun Allah telah menganugerahkan kepada manusia nikmat tak terhitung banyaknya tanpa manusia meminta. Allah menjadikan doa sebagai sebab, sebagaimana ikhitar ragawi juga menjadi sebab untuk mencapai tujuan. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.” (QS al-Mukmin 60)

Ketika manusia menginginkan sesuatu yang menurutnya adalah kebutuhan, maka Allah memerintahkan manusia untuk meminta kepada-Nya sebagai bentuk ikhtiyar. Dan Allah menjanjikan pengabulan doa bagi yang mau melaksanakannya.
Bahkan, Ibnul Qayyim al-Jauziyah berkata, “Doa adalah sebab yang paling dominan untuk meraih sesuatu yang dicari dan menolak sesuatu yang dibenci.” Betapa banyak kisah dari zaman ke zaman yang menunjukkan dahsyatnya kekuatan doa. Dan banyak di antara peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa doa mampu menghasilkan sesuatu yang tidak dimampui oleh usaha manusia.
Ini juga menjadi jawaban pertanyaan, “Apa perlunya berdoa, sedangkan Allah berbuat sesuai kehendak-Nya, bukan sesuai kehendak manusia?”
Bahwa Allah memang berbuat dengan apa yang Dia kehendaki, “Fa’aalul limaa yuriid”, Dia berbuat apapun yang Dia kehendaki, tapi jangan lupa bahwa doa hamba-Nya adalah termasuk sesuatu yang Dia kehendaki. Terbukti sangat banyak ayat dan hadits yang memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya, wallahu a’lam bishawab.

SYIAH BUKAN ISLAM !!!





I. BEDA TUHAN, NABI, DAN IMAM

Kitab Al-Anwar An-Nukmaniyyah, Juz. II, Hal. 278...

 
وحاصله إنا لم نجتمع معهم على إله ولا على نبي ولا على إمام ، وذلك إنهم يقولوا أن ربهم هو الذي كان محمد نبيه وخليفته بعده أبو بكر ، ونحن لا نقول بهذا الرب ولا بذلك النبي ، بل نقول أن الرب الذي خليفة نبيه أبو بكر ليس ربنا ولا ذلك النبي نبينا .

"Intinya, kami (syiah) tidak bersepakat dengan mereka tentang tuhan, nabi, dan imam. Itu semua disebabkan, mereka mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah yang memilih Muhammad sebagai Nabi-Nya dan Abu Bakr adalah khalifah setelahnya, sedangkan kami tidak mengatakan demikian, bahkan kami mengatakan bahwa Tuhan yang menghendaki khalifah setelah nabi-Nya adalah Abu Bakar adalah bukan Tuhan kami dan nabi tersebut bukanlah nabi kami."




 II. BEDA KITAB SUCI
Ushul Kaafi, Karya Al-Kulaini, Juz. I, Hal. 295 menerangkan :

عن ابن بصير عن ابي عبد الله قال : ان عندنا لمصحف فاطمه, وما يدريك ما مصحف فاطمه ؟ قال : قلت : وما مصحف فاطمه؟ قال : مصحف فاطمه فيه مثل قرآنكم هذا ثلاث مرات.


Dari Ibnu Bashir: dari Abu Abdullah berkata: Sesungguhnya kami memiliki mushaf Fatimah, apakah kamu tahu apa itu mushaf Fatimah? Berkata (Ibnu Bashir): Aku berkata: Apa itu mushaf Fatimah? Ia menjawab: Mushaf Fatimah di dalamnya seperti Quran kalian ini tiga kali lipat (lebih banyak).




III. IMAM SYIAH SUKSES, NABI ISLAM GAGAL

Kitab Mukhtaarat min Ahadits wa Khithabaat Imam Khumaini, menjelaskan secara gamblang tentang pernyataan Khumaini:...

فكل نبي من الأنبياء إنما جاء لإقامة العدل وكان هدفه هو تطبيقه في العالم لكنه لم ينجح ، وحتى خاتم الأنبياء صلى الله عليه وسلم هو أيضا لم يوفق ، وإن من سينجح بكل معنى الكلمة ويطبق العدالة في جميع أرجاء العالم هو المهدي المنتظر .

"Maka setiap nabi dari para nabi ( yang ada) hanya diutus untuk menegakkan keadilan dan tujuannya adalah merealisasikannya dalam kehidupan di dunia ini, tetapi tak ada satupun yang berhasil, bahkan penutup para nabipun Rasulullah Shalallahu alaihi wasallaam juga tidak berhasil, dan sesungguhnya yang akan berhasil menegakkan dan merealisasikan keadilan di seluruh penjuru dunia adalah Al-Mahdi Al-Muntadhar."



IV. BEDA TANAH SUCI

Umat Islam menghormati dan memuliakan tempat yang telah dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya: Makkah, Madinah, dan Baitul Maqdis.

Beda agama Syiah, tiga tempat di atas adalah tempat yang paling menjijikan dan paling hina, ini buktinya:

1. Makkah dan Madinah

Al-Kulaini dalam Kitab Al-Kaafi juz 2 halaman 409 menyebutkan:

عن أبي بصير عن أحدهما عليهما السلام قال : إن أهل مكة ليكفرون بالله جهرة ، وإن أهل المدينة أخبث من أهل مكة ، أخبث منهم سبعين ضعفا .

Dari Abu Bashir dari salah satu diantara Abu Abdillah dan Abu Bakr Al- Hadramy berkata: "Sesungguhnya penduduk Makkah kafir kepada Allah secara terang2an, sedang penduduk Madinah lebih busuk dari penduduk Mekkah 70 kali lipat."

Lantas Al-Kulaini menambahkan riwayatnya:


عن أبي الحسن الرضا قال : إن للجنة ثمانية أبواب ، ولأهل قم واحد منها ، فطوبى لهم ثم طوبى لهم .

Dari Abu Al-Hasan Arridho berkata: "Sesungguhnya surga memiliki 80 pintu, dan satu diantaranya untuk penduduk Qum (Iran), beruntunglah mereka, beruntunglah mereka."

2. Baitul Maqdis.
Al-Kulaini dalam Al-Kaafi, Juz. II, hal. 409 menerangkan:


عن أبي بكر الحضرمي قال : قلت لأبي عبد الله : أهل الشام شر أم أهل الروم؟ قال: إن الروم كفروا ولم يعادونا ، وإن أهل الشام كفروا وعادونا .


Dari abu Bakr Al-Hadramy berkata: Aku berkata kepada Abu Abdillah:" Manakah yang lebih hina, orang2 Romawi atau orang2 Syam?" Ia menjawab: "Sesungguhnya orang2 Romawi kafir tapi tidak memusuhi kita, sedangkan orang2 Syam kafir dan memusuhi kita."

Lebih Tegas dari itu, Al-Kulaini meriwayatkan:


عن أبي عبد الله قال : أهل الشام شر من أهل الروم ، وأهل المدينة شر من أهل مكة ، وأهل مكة يكفرون بالله جهرة

Dari Abu Abdillah berkata: "Penduduk Syam lebih buruk daripada Penduduk Romawi, Penduduk Madinah lebih buruk dari pada Penduduk Mekkah, sedang Penduduk Mekkah kafir kepada Allah secara terang2an."




V. SYIAH ANAK SUCI, UMAT ISLAM ANAK ZINA

Al-Kulaini dalam Raudhatul Kaafi meriwayatkan :

عن أبي همزة ، عن أبي جعفر عليه السلام ، قال : والله يا أبا همزة إن الناس كلهم أولاد بغايا ما خلا شيعتنا .

Dari Abu Hamzah, dari Abu Jafar alaihissalam berkata:"Demi Allah wahai Abu Hamzah, sesungguhnya seluruh manusia adalah anak-anak pelacur kecuali Agama Syiah kita."



katakan dengan lantang bahwa "SYIAH BUKAN ISLAM !"

Senin, 30 September 2013

Fatwa dan Himbauan K.H. Hasyim Asy’ari tentang syiah


Jauh-jauh hari sebelum Khomaini mencuci otak pemuda-pemuda kita di Iran dan melalui mereka mengexport revolusi Syi’ahnya ke indonesia, KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) ketika membuat Qanun Asasi Li Jam’iyah Nahdhatul Ulama’ beliau sudah mewanti-wanti agar kaum Nahdhiyin berpegang teguh dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (madzhab Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali) serta waspada dan tidak mengikuti Madzhab Syi’ah Imamiyah dan Syiah Zaidiyyah. Hal mana karena keduanya adalah Ahli Bid’ah.
            Dalam halaman 7 (tujuh) Qanun Asasi tersebut beliau menyampaikan Hadits Rosululloh  yang berbunyi : “Apabila timbul finah atau Bid’ah, dimana sahabat-sahabat ku di caci maki, maka setiap orang yang berilmu di perintahkan untuk menyampaikan ilmunya (menyampaikan apa yang ia ketahui tentang kesesatan Syi’ah).  Dan barang siapa tidak melaksanakan  perintah tersebut, maka dia akan mendapat laknat dari Alloh dan dari Malaikat serta dari seluruh manusia. Semua amal kebajikannya, baik yang berupa amalan wajib maupun amalan sunnah tak  akan diterima oleh Alloh”.
            Kemudian di halaman 9 (sembilan) Qanun Asasi tersebut beliau juga berfatwa, bahwa Madzhab yg paling benar dan cocok untuk di ikuti di akhir zaman ini adalah empat Madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (ke empatnya Ahlussunnah Wal Jama’ah).
            Selanjutnya beliau berkata : “ Selain empat Madzhab tersebut juga ada lagi Madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah, tetapi keduanya adalah Ahli Bid’ah, tak boleh mengikuti atau berpegang dengan kata-kata mereka”.
            Adapun mengenai Assawadul A’dhom ( golongan terbanyak) sebagai tanda golongan yang selamat dan akan masuk Surga, maka di halaman 9 (sembilan) Qanun Asasi tersebut, KH Hasyim Asy’ari telah mengutip sabda rosululloh SAW. sbb: Ikutlah kalian kepada Assawadul A’dhom (golongan terbanyak)”.
            Menanggapi Hadits Assawadul A’dhom tersebut, KH Hasyim Asy’ari berfatwa :” Karena fatwa membuktikan bahwa empat Madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (kesemuanya Ahlussunnah Wal Jama’ah) tersebut merupakan Madzhab yg paling banyak pengikutnya, maka barang siapa mengikuti Madzhab empat tersebut berarti mengikuti Assawadul A’dhom dan siapa saja keluar dari empat Madzhab tersebut berarti telah keluar dari Assawadul A’dhom”.
            Dengan adanya fatwa-fatwa tersebut diatas, jelas bagi kita bahwa KH Hasyim Asy’ari sudah berusaha agar kaum Nahdhiyin berpegang teguh dengan empat Madzhab Ahlussunnah serta waspada dan tidak sampai terpengaruh dengan propaganda Syi’ah.
            Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, bagaimana dengan oknum pengurus NU yang sampai sekarang menjadi jurkamnya Syi’ah dan terus berusaha mensyiahkan orang-orang NU ?.

Kamis, 29 Agustus 2013

Kisah heroik mujahidin Suriah merebut asrama militer Nushairiyah di Idlib

Salah satu peperangan terdahsyat mujahidin Islam dan mujahidin FSA di provinsi Idlib dalam beberapa bulan terakhir adalah perang “Abu Khathab al-Pansyi”, yaitu penyerbuan gencar terhadap lembaga asrama militer rezim Nushairiyah Suriah di Idlib yang berada di jalur kota Idlib – Sarmen.
Melalui perang gencar dan operasi gabungan yang terkoordinasi dengan baik, mujahidin Islam dan mujahidin FSA akhirnya sukses merebut asrama militer Idlib pada Jum’at (14/6/2013). Mujahidin Jabhah Nushrah merilis pernyataan resmi dan video resmi tentang operasi perang dahsyat di Idlib ini.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
logo-JN3 
Pernyataan no. 344
Perang Abu Khathab al-Pansyi
Penyerbuan dan pembebasan lembaga asrama militer di Idlib

Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan jihad di jalan-Nya sebagai puncak tertinggi ajaran Islam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada rasul yang diutus dengan pedang untuk meninggikan menara Islam, nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya dan seluruh sahabatnya yang mulia. Amma ba’du.
Target peperangan
Lembaga asrama militer di pinggiran Idlib yang berada di jalan raya Idlib – Sarmen.
Foto satelit markas asrama militer di pinggiran Idlib
Foto satelit markas asrama militer di pinggiran Idlib
Waktu peperangan
Lembaga asrama militer Idlib sepenuhnya berhasil dibebaskan dan dikuasai pada Jum’at siang, 4 Sya’ban 1434 H/14 Juni 2013 M.
Kelompok yang terlibat dalam peperangan
Dalam serangan yang pertama, kelompok yang terlibat dalam pertempuran adalah Jabhah Nushrah.
Dalam serangan yang kedua, yang turut serta dalam pertempuran adalah:
  • Jabhah Nushrah
  • Harakah Ahrar asy-Syam al-Islamiyah
  • Ahrar asy-Syimal
  • Liwa’ at-Tauhid
  • Liwa’ al-Haq
Peralatan yang turut serta dalam peperangan :
Serangan pertama
Setelah berserah diri kepada Allah Ta’ala semata, mujahidin mempersiapkan peralatan perang sebagai berikut:
  • 2 tank yaitu sebuah tank T 62 dan sebuah tank T 72
  • 1 meriam kaliber 57 mm
  • 1 meriam kaliber 23 mm
  • 2 senapan mesin DShK kaliber 14,5 mm
  • 2 senapan mesin DShK kaliber 12,7 mm
  • Beberapa roket Katyusa rakitan lokal.
  • Beberapa roket Mazuka dan Metes.
  • Mortar kaliber 125 mm rakitan lokal.
  • Mortar kaliber 120 mm rakitan lokal.
  • Meriam Jahannam rakitan lokal.
  • 2 regu serbu
  • 1 regu pemutus jalur pasukan bantuan Nushairiyah dari kota Idlib.
Serangan kedua
Setelah percaya sepenuhnya kepada pertolongan dari Allah Ta’ala dan taufik-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, mujahidin yang turut serta dalam serangan kedua mempersiapkan peralatan perang sebagai berikut:
  • 4 buah tank: dua tank T 55, sebuah tank T 62 dan sebuah tank T 72
  • Meriam Jahannam
  • 2 meriam B 9
  • 6 mortar kaliber 120 mm rakitan lokal.
  • 9 meriam kaliber 23 mm
  • 2 pelontar roket N 29
  • 3 meriam kaliber 57 mm
  • Beberapa ranjau dan roket Katyusa rakitan lokal
Kronologi peperangan :
Peperangan pertama
Peperangan yang penuh berkah ini dimulai pada sekitar pukul 17.30 hari Rabu sore, 18 Rajab 1434 H/29 Mei 2013 M. Serangan diawali dengan tembakan senjata berat, di mana mujahidin berhasil memastikan tembakan tersebut tepat menghantam bangunan-bangunan dan kendaraan militer Nushairiyah.
Ketika peperangan mulai berkecamuk, pasukan murtad Nushairiyah melemparkan bom-bom molotov ke lahan pertanian di sekitar asrama militer sehingga mengakibatkan kebakaran hebat pada lahan pertanian tersebut. Asrama militer juga mendapatkan dukungan penuh dari bombadir seluruh posko militer di Idlib terhadap posisi mujahidin, sehingga kebakaran bertambah parah. Pasukan Nushairiyah juga membakar ban-ban di dalam asrama militer yang menimbulkan asap tebal untuk menutupi pandangan mujahidin.
Ketika malam tiba, mujahidin berusaha menyerbu masuk ke dalam asrama militer melalui dua arah yaitu arah selatan dan arah utara. Namun Allah Ta’ala menakdirkan usaha tersebut belum sukses. Mujahidin mengulangi penyerbuan masuk pada waktu terbit fajar sehingga berhasil merebut dan menyisir sebuah bagian yang bagus dalam kompleks asrama militer. Namun pasukan Nushairiyah bertahan dengan senjata mesin berat dan canggih, menghujani posisi-posisi mujahidin sehingga mujahidin terpaksa mundur dari tempat-tempat yang telah mereka kuasai dalam kompleks asrama militer.
Sementara itu regu pemutus jalur pasukan bantuan terlibat baku tembak sengit dengan sejumlah kendaraan militer Nushairiyah yang datang dari kota Idlib, namun tidak berhasil menanggulangi senjata berat musuh karena kondisi geografis tempat pertempuran yang sulit.
Keesokan paginya mujahidin berhasil mengintai dua tank, dua panser dan sebuah mobil ambulance rezim Nushairiyah ditarik mundur dari dalam asrama militer menuju kota Idlib.
Mujahidin terus berjaga-jaga di sekitar asrama militer untuk persiapan peperangan yang kedua, dengan izin dan kekuatan dari Allah Ta’ala.

Peperangan kedua
Pada hari Selasa pagi, 1 Sya’ban 1434 H/11 Juni 2013 M, peperangan kedua dimulai kembali bekerja sama dan berkoordinasi dengan kelompok-kelompok jihad yang tutur serta dalam operasi gabungan ini. Peperangan akhirnya meluas dan mencakup serangan terhadap posko militer Binnisy Idlib, posko militer Bab al-Hawa, posko militer Mahlaj, posko militer Insyaat, dan posko militer asrama militer. Peperangan difokuskan untuk menyerbu dan merebut asrama militer, sementara itu tembakan meriam diarahkan ke 5 posko militer di sekitarnya untuk menyibukkan mereka dari memberi bantuan terhadap pasukan Nushairiyah di dalam kompleks asrama militer.
Di saat senjata berat mujahidin menghujani asrama militer, satu regu mujahidin berhasil merebut posko militer Binnisy Idlib dan satu regu mujahidin lainnya sukses merebut gedung pembangkit listrik daaerah yang berseberangan dengan posko militer Mahlaj. Regu mujahidin tersebut membuat lubang-lubang di tembok dan kemudian terlibat baku tembak sengit dengan posko militer Mahlaj.
Setelah mujahidin berhasil mencapai tembok asrama militer, baku tembak sengit dengan pasukan murtad Nushairiyah bertambah gencar. Hal itu menambah jumlah regu penyerbu mujahidin yang gugur dan cedera. Maka regu penyerbu mujahidin ditarik mundur, dan senjata berat mujahidin mengambil alih serangan terhadap asrama militer. Pertempuran sengit berlanjut sampai hari Kamis, 13 Juni 2013 M diselingi oleh pertemburan sengit antara regu mujahidin pemutus jalur pasukan bantuan musuh dengan pasukan murtad Nushairiyah.
Pada Kamis petang, 13 Juni 2013 M beberapa mobil pick up militer mengangkut sebagian pasukan murtad Nushairiyah yang ditarik mundur dari asrama militer ke kota Idlib. Mujahidin berhasil menyerang dan melumpuhkan konvoi pick up militer tersebut dengan senapan mesin serta merebut salah satu pick up.
Sekitar pukul 24.00 malam mujahidin menyerbu ke dalam asrama militer dengan senjata ringan dan terlibat baku tembak sengit dengan pasukan murtad Nushairiyah. Pada saat itulah Allah Ta’ala mencampakkan rasa gentar ke dalam hati pasukan murtad Nushairiyah. Segala puji bagi Allah semata.
Pada tengah hari Jum’at, 4 Sya’ban 1434 H/14 Juni 2013 M di saat mujahidin melakukan shalat Jum’at, pasukan murtad Nushairiyah ditarik mundur sepenuhnya dari asrama militer. Mujahidin menyerang mereka dengan sengit dan menimbulkan kerugian jiwa yang besar di pihak mereka. Segala puji bagi Allah semata.
Dengan itu mujahidin sepenuhnya merebut dan menguasai asrama militer Idlib. Segala puji bagi Allah semata.

Hasil peperangan :
Peperangan Pertama
Dalam peperangan ini 8 mujahidin gugur sebagai syahid ~semoga Allah menerima mereka~, di antaranya reporter lapangan Abu Khathab al-Pansyi, dan 40 mujahidin lainnya cedera.
Mujahidin memastikan sukses menghancurkan dan melumpuhkan sejumlah kendaraan militer dan persenjataan berat serta menewaskan banyak musuh, baik tentara Nushairiyah maupun milisi Syiah Shabihah.

Peperangan kedua
Menghancurkan sebuah tank, melumpuhkan dua buah tank, menghancurkan sebuah panser, menghancurkan sebuah buldozer, menghancurkan dua buah mobil pick up militer, dan menewaskan sejumlah besar tentara murtad Nushairiyah. Berita-berita yang sampai kepada kami menyebutkan pihak musuh telah berhasil mengidentifikasi nama 50 mayat tentara mereka dan lebih dari 400 tentara cedera, sebagian mereka dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di provinsi Lattakia. Mujahidin merebut sebuah tank T 72 generasi ketiga dan sebuah panser. Segala puji bagi Allah semata.
Lembaga asrama militer Idlib berhasil sepenuhnya dikuasai oleh mujahidin, berkat pertolongan dan kekuatan dari Allah Ta’ala semata. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

Hasil-hasil pertanian di sekitar asrama militer Idlib dibumi hanguskan oleh pasukan Nushairiyah
Hasil-hasil pertanian di sekitar asrama militer Idlib dibumi hanguskan oleh pasukan Nushairiyah

Pembangkit listrik terbakar oleh bombardir senjata berat pasukan Nushairiyah setelah dikuasai oleh mujahidin
Pembangkit listrik terbakar oleh bombardir senjata berat pasukan Nushairiyah setelah dikuasai oleh mujahidin

Mortar kaliber 80 mm rakitan lokal menghujani asrama militer Idlib
Mortar kaliber 80 mm rakitan lokal menghujani asrama militer Idlib

Roket Katyusa rakitan lokal menghantam asrama militer Idlib
Roket Katyusa rakitan lokal menghantam asrama militer Idlib

Meriam kaliber 57 mm menghujani asrama militer Idlib
Meriam kaliber 57 mm menghujani asrama militer Idlib

Tank T 72 menembaki asrama militer Idlib
Tank T 72 menembaki asrama militer Idlib

Meriam kaliber 23 mm menghujani markas militer Idlib
Meriam kaliber 23 mm menghujani markas militer Idlib

Menembak tank dalam asrama militer dengan roket N 29
Menembak tank dalam asrama militer dengan roket N 29

Menghalau bombardir pesawat tempur musuh di sekitar asrama militer Idlib
Menghalau bombardir pesawat tempur musuh di sekitar asrama militer Idlib

Tembakan gencar untuk melindungi regu penyerbu mujahidin
Tembakan gencar untuk melindungi regu penyerbu mujahidin

Serangan mujahidin menimbulkan kebakaran dalam asrama militer Idlib
Serangan mujahidin menimbulkan kebakaran dalam asrama militer Idlib

Salah satu bangunan asrama militer Idlib dan kerusakan pasca peperangan
Salah satu bangunan asrama militer Idlib dan kerusakan pasca peperangan

Mujahidin memasuki dan merebut asrama militer Idlib
Mujahidin memasuki dan merebut asrama militer Idlib

Tank yang direbut mujahidin dari asrama militer Idlib
Tank yang direbut mujahidin dari asrama militer Idlib

Mujahidin menuliskan kalimat syahdat pada tembok asrama militer Idlib
Mujahidin menuliskan kalimat syahdat pada tembok asrama militer Idlib

Salah seorang mujahid menjatuhkan bendera thaghut Suriah dari bangunan asrama militer Idlib
Salah seorang mujahid menjatuhkan bendera thaghut Suriah dari bangunan asrama militer Idlib


Allah Maha Melaksanakan kehendak-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya

Jabhah Nushrah
Yayasan Media Al-Manarah al-Baidha’

Jangan melupakan kami dalam doa Anda
Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam

Ahad, 12 Ramadhan 1434 H/21 Juli 2013 M

Sabtu, 17 Agustus 2013

Fakta dan Data Syi’ah di Indonesia


Setelah meletusnya revolusi Iran pada tahun 1979 M, paham Syi’ah Imamiyah (Syi’ah Itsna Asyariyah) mulai masuk ke Indonesia. Diantara tokoh yang terpengaruh dengan paham Syi’ah adalah Husain al-Habsy, Direktur Pesantren Islam YAPI Bangil. Al-Habsy kemudian aktif menyebarkan ideologi Syi’ah dengan kemasan apik dan berslogan persatuan kaum muslimin.

Pada tahun 1980-an, al-Habsy mengirim sejumlah santrinya untuk belajar di Hauzah Ilmiyah di Qum, Iran. Sepulang dari Qum, para santri kemudian menyebarkan ajaran Syi’ah melalui sejumlah kegiatan, baik di bidang politik, pendidikan, media, sosial, ekonomi, maupun kesehatan. Dalam bidang politik, mereka masuk ke partai-partai. Dalam bidang pendidikan mereka mendirikan sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi. Dibidang media mereka mendirikan koran, majalah, televisi, penerbitan buku, selebaran, dsb. Dalam bidang sosial, mereka mempraktekkan nikah mut’ah. Dalam bidang ekonomi mereka membuka toko-toko, membeli angkutan-angkutan umum, dan aktif dalam dunia perdagangan secara umum. Dalam bidang medis, mereka membangun rumah sakit dan klinik pengobatan. Pada tahun 1993, jati diri al-Habsy sebagai orang Syi’ah terkuak saat dia mengirimkan laporan kegiatan Syi’ah Indonesia ke Ayatullah di Iran dan saat itu 13 guru yang bermadzhab Ahlussunnah keluar dari pesantrennya.

Inilah gerakan Syi’ah, begitu terorgaisir dengan rapi. Adapun reaksi Ahlussunnah masih bersifat tidak konsisten. Jika ada keributan mereka bergerak, jika tidak ada, mereka hanya diam dan pasif, padahal Syi’ah semakin lama semakin berkembang.

Kader

Secara umum kader-kader Syi’ah merupakan alumnus Hauzah Ilmiyah di Qom Iran dan Suriah. Jumlah mereka mencapai ratusan orang dan tersebar di berbagai kota dan desa. Mereka aktif mengajak masyarakat untuk masuk kedalam kelompok Syi’ah, baik di rumah, sekolah, masjid, forum, ikatan, maupun lainnya.

Penikut Syi’ah ini kemudian membuat ikatan yang disebut dengan IJABI (Ikatan Jamaah Alhul Bait Indonesia) dengan tokoh pelopornya Ahmad Baraqbah, Jalaludin Rahmat, Dimitri Mahayana, dan Zahir bin Yahya. Dan melalui ormas Ahlul Bait Indonesia (ABI) yang dideklarasikan tahun 2011 oleh ketuanya Hasan Dalil Alaydrus.

Yayasan

Untuk memayungi secara hukum, orang Syi’ah kemudian membuat sejumlah yayasan. Ahmad Baraqbah, salah seorang tokoh Syi’ah, pada tahun 1995 M, mengatakan dalam majalah Umlumul Qur’an bahwa umlah yayasan Syi’ah di Indonesia mencapai 40 buah tersebar di berbagai wilayah: Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Jember, Bangil, Pontianak Kalimantan Barat, Samarinda Kalimantan Timur, Banjarmasin Kalimantan Selatan, dll. (Majalah Ulumul Qur’an, Edisi 4/1995M)

Peran Media Cetak

Syiah memanfaatkan media cetak untuk menyebarkan pahamnya. Untuk itu mereka membuat selebaran, majalah dan membangun puluhan penerbit dan percetakan seperti Mizan, Pelita Bandung, Hidayah, as-Sajjad, Abu Dzar Jakarta, Yapi Lampung, Lentera dan sebagainya.

Secara umum buku yang diterbitkan adalah buku terjemahkan dari buku-buku karya ulama Syi’ah seperti Khomaini, Muthahhari, Ali Syariati, Muhammad at-Tijani at-Tunisi dan lain-lain. Ada pula buku-buku yang merupakan hasil karya putra-putri Syi’ah Indonesia.

Adapun majalah dan selebaran yang mereka terbitkan antara lain:

1. Majalah al-Quds diterbitkan oleh kedutaan Iran di Jakarta dengan bahasa Indonesa.
2. Majalah al-Mawaddah diterbitkan oleh IJABI cabang Bandung, Jabar.
3. Majalah al-Huda diterbitkan oleh Syi’ah di Jakarta.
4. Majalah al-Hikmah diterbitkan oleh yayasan al-Muthahari Bandung.
5. Majalah al-Musthafa diterbitkan oleh Syi’ah di Jakarta.
6. Buletin al-Jawad dan al-Ghadir diterbitkan oleh yayasan al-Jawad Jakarta.
7. Buletin at-Tanwir diterbitkan oleh yayasan al-Muthahari.
8. Buletin Ibnus Sabil diterbitkan oleh Syi’ah di Pekalongan, dll.

Peta Pergerakan Syi’ah di Indonesia

Nama-Nama Yayasan

1. Yayasan Fatimah Jakarta
2. Yayasan Al-Muntazhar Jakarta
3. Yayasan Al-Uqailah
4. Yayasan Ar-Radhiyyah
5. Yayasan Mula Shadra Bogor Jawa Barat
6. Yayasan An-Naqi
7. Yayasan Al-Qurba
8. Yayasan YAPI Bangil Jawa Timur
9. Yayasan Al-Itrah Jember Jawa Timur
10. Yayasan Rausyan Fikr Jogjakarta
11. Yayasan Babiem Jember Jawa Timur
12. Yayasan Muthahhari Bandung Jawa Barat
13. YPI Al-Jawad Bandung Jawa Barat
14. Yayasan Muhibbin Probolinggo
15. Yayasan Al-Mahdi Jakarta
16. Yayasan Madinatul Ilmi Depok Jawa Barat
17. Yayasan Insan Cita Prakarsa Jakarta
18. Yayasan Asshidiq Jakarta
19. Yayasan Babul Ilmi Bekasi Jawa Barat
20. Yayasan Az-Zahra Jakarta
21. Yayasan Al Kazhim Jakrta
22. Yayasan Al Baro’ah Tasikmalaya Jawa Barat
23. Yayasan 10 Muharrom Bandung Jawa Barat
24. Yayasan As Shodiq Bandung Jawa Barat
25. Yayasan As Salam Majalengka Jawa Barat
26. Yayasan Al Mukarromah Bandung Jawa Barat
27. Yayayasan Al-Mujataba Purwakarta Jawa Barat
28. Yayasan Saifik Bandung Jawa Barat
29. Yayasan Al Ishlah Cirebon Jawa Barat
30. Yayasan Al-Aqilah Tangerang Jawa Barat
31. Yayasan Dar Taqrib Jepara Jawa Tengah
32. Yayasan Al Amin Semarang Jawa Tengah
33. Yayasan Al Khoirat Jepara Jawa Tengah
34. Yayasan Al Wahdah Solo Jawa Tengah
35. Yayasan Al Mawaddah Kendal Jawa Tengah
36. Yayasan Al Mujtaba Wonosobo Jawa Tengah
37. Yayasan Safinatunnajah Jawa Tengah
38. Yayasan Al Mahdi Jember Jawa Timur
39. Yayasan Attaqi Pasuruan Jawa Timur
40. Yayasan Azzhra Malang
41. Yayasan Ja’far Asshodiq Bondowoso Jawa Tengah
42. Yayasan Al Yasin Surabaya Jawa Timur
43. Yapisma Malang Jawa Timur
44. Yayasan Al Hujjah Jember Jawa Timur
45. Yayasan Al Kautsar Malang Jawa Timur
46. Yayasan AL Hasyimm Surabaya Jawa Timur
47. Yayasan Al Qoim Probolinggo Jawa Timur
48. Yayasan al-Kisa’Bali
49. Yayasan Al Islah Makasar Sulawesi
50. Yayasan Fikratul Hikmah Makasar Sulawesi
51. Yayasan Sadra Makasar Sulawesi
52. Yayasan Pinisi Makassar Sulawesi
53. Yayasan Lentera Makassar Sulawesi
54. Yayasan Nurtsaqolain Sulawesi Selatan
55. Yayasan Shibtain Riau Sumatra
56. Yayasan Al Hakim Lampung Sumatra
57. Yayasan Pintu Ilmu Palembang Sumatra
58. Yayasan Ulul Albab Aceh Sumatra
59. Yayasan Amali Medan Sumatra
60. Yayasan Al Muntadzar Samarinda Kalimantan
61. Yayasan Arridho Banjarmasin Kalimantan

Nama Majlis Taklim

1. Majlis Taklim Ar-Riyahi
2. Majlis Taklim Ummu Abiha Jakarta
3. Majlis Taklim Al Bathul Jakarta
4. Majlis Taklim Haurah Sawangan Depok Jawa Barat
5. Majlis Taklim Al Idrus Purwakarta Jawa Barat
6. Majlis Ta’lim An-Nur Tangerang Jawa Barat
7. Majlis Taklim Al Jawad Tasikmalaya Jawa Barat
8. Majlis Ta’lim Al-Alawi Probolinggo Jawa Timur

Nama Ikatan Organisasi

1. Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI)
2. Ikatan Pemuda Ahlulbait Indonesia (IPABI)
3. Himpunan Pelajar Indonesia (HPI)Iran
4. Shafful Muslimin Indonesia
5. Ikatan Pelajar Indonesia di Iran (ISLAT)
6. Perkumpulan Ahlul Bait Indonesia (TAUBAT)
9. Ahlu Bait Indonesia (ABI), dll

Nama Centre dan Forum

1. Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta
2. Tazkiyah Jakarta
3. Al Hadi Jakarta
4. Al-Iffah Jember Jawa Timur
5. Forum Komunikasi Ahlul Bait (LKAB)

Nama Lembaga Pendidikan

1. SMA Plus Muthahhari Bandung dan Jakarta
2. Pendidikan Islam Al-Jawad
3. Islamic College for Advanced Studies
4. Sekolah Lazuardi dari Pra TK sampai SMP Jakarta
5. Sekolah Tinggi Madinatul Ilmu Depok Jawa Barat
6. Madrasah Nurul Iman Sorong Irian
7. Pesantren Al-Hadi Pekalongan
8. Pesantren YAPI Bangil Jawa Timur

Nama Penerbit Buku

1. Lentera
2. Pustaka Hidayah
3. Mizan
4. Yapi Jakarta
5. Al-Hadi
6. Al-Jawwad
7. Islamic Center Al-Huda
8. Muthahhari Press/Muthahhari Papaerbacks, dll

Nama Penulis

1. Alwi Husein
2. Muhammad Taqi Misbah
3. O.Hasyim
4. Jalaluddin Rakhmat
5. Muhsin Labib
6. Husein Al-Kaff
7. Sulaiman Marzuqi Ridwan
8. Dimitri Mahayana, dll

Nama Mahasiswa Qum Iran

1. Muhammad Taqi Misbah Yazdi
2. Euis Daryati, Mahasiswi S2 Jurusan Tafsir Al-Quran, Sekolah Tinggi Bintul Huda Qom. Ketua Fathimiah HPI 2006-2007.
3. Nasir Dimyati, S2 Jurusan Ulumul Quran Universitas Imam Khomeini Qom. Saat ini aktif di BKPPI.
4. Usman Al-Hadi, Mahasiswa S1 Jurusan Ulumul Quran Univ. Imam Khomeini Qom.
5. Abdurrahman Arfan, S1 Jurusan Ushul Fiqh di Jamiatul Ulum Qom, Republik Islam Iran.
6. M. Turkan, S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran
7. Siti Rabiah Aidiah, Mahasiswi di Jamiah Bintul Huda, Qom, Jurusan Ulumul Quran.
8. Muchtar Luthfi, Ketua Umum Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) di Republik Islam Iran periode 2006-2007, Sekjen Badan Kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia (BKPPI) se-Timur Tengah dan Sekitarnya.
9. Herry Supryono, Mahasiswa S1 Fiqh dan Maarif Islamiyah di Madrasah Hujjatiyah Qom, Republik Islam Iran.
10. Saleh Lapadi, asal Sorong, alumni YAPI Bangil, Sekarang menempuh S2 di Qom Iran, pimred islat (islam alternatif)
11. Afifah Ahmad, Mahasiswi S1, Jurusan Maarif Islam di Jamiatul Bintul Huda, Qom Republik Islam Iran
12. Emi Nur Hayati Ma’sum Said, Mahasiswi S2 Jurusan Tarbiyah Islamiyah & Akhlak di Universitas Jamiah Azzahra, Qom-Iran
13. A. Luqman Vichaksana S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran
14. Ammar Fauzi Heryadi, mahasiswa Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran.

Alumnus Qum Iran

1. DR. Abdurrahman Bima, Alumni dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pengaruh Filsafat dalam Konsep Politik Khomeni”.
2. DR. Khalid Al-Walid, Alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”
3. Muhsin Labib, Alumnus Hauzah Ilmiah Qom, Republik Islam Iran. Kandidat Doktor Filsafat Islam di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Ali Ridho Al-Habsy cucu dari Habib Ali Kwitang, tahun 1974.
5. Umar Shahab, tahun 1976
6. Syamsuri Ali
7. Jalaludin Rahmat
8. Ahmad Barakbah

• Tahun 1990 M : 50 Mahasiswa Indonesia belajar di Qom Iran
• Tahun 1999 M : Jumlah lulusan lebih dari 100 orang
• Tahun 2001 M : 50 mahasiswa melanjutkan kuliah S2 di Qom
• Tahun 2004 M : 90 mahasiswa melanjutkan kuliah S2 di Qom
• Dr. Ali Maskan Musa ketua NU wilayah Jawa Timur belum lama ini berkunjung ke Iran dan dia melihat ada sekitar 7000 pelajar Indonesia, 300 diantaranya di Qom Iran. Sebagian ada yang mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Iran, sedangkan sisanya dibawah tanggungan para ulama Qom.
• Setiap tahun direkrut 300 mahasiswa Indonesia ke Iran

Nama Majalah

1. Majalah Syi’ar
2. Majalah Al-Huda
3. Majalah Al-Hikmah
4. Majalah Al-Musthafa
5. Majalah Al-Mawaddah
6. Majalah Harian Al-Quds
7. Majalah Al-Tanwir
8. Majalah Al-Jawwad
9. Majalah Al-Ghadir
10. Majalah Babim, dll

Nama Radio dan Televisi

1. IRIB (Radio Iran siaran bahasa Indonesia)
2. Hadi TV, tv satelite (haditv.com)
3. TV Al-Manar, Libanon, dpt diakses sejak April 2008, bekerja sama dengan INDOSAT
4. Myshiatv.com
5. Shiatv.net
6. Radio Silaturahmi (RASIL 720 AM) Jakarta

Nama Website

• http://abatasya.net/
• http://www.jalal-center.com/
• http://www.fatimah.org/
• http://www.icc-jakarta.org/
• http://www.ahl-ul-bait.org/
• http://ahmadsamantho.wordpress.com/
• http://www.islamalternatif.net/
• ICAS (icas-indonesia.org)
• Islamfeminis.wordpress.com
• http://www.wisdoms4all.com/ind/
• Yapibangil.org
• Alitrah.com

Nama Blog

• Ahmad Samontho http://ahmadsamantho.wordpress.com/
• Anak bangsa http://umfat.wordpress.com/
• blog Ahlul Bait http://www.aimislam.com/links.html
• Cahaya ISLAM http://abuaqilah.wordpress.com/
• cinta Rasul http://cintarasulullah.wordpress.com/
• Eraalquran http://eraalquran.wordpress.com/
• GENCAR AHLULBAYT NUSANTARA http://musadiqmarhaban.wordpress.com/
• Haidarrein http://haidarrein.wordpress.com/
• Hikmah Islam http://farterh04.wordpress.com/
• ICC http://www.icc-jakarta.com/
• Info syiah http://infosyiah.wordpress.com/
• ISLAM FEMINIS http://islamfeminis.wordpress.com/
• Islam syiah http://islamsyiah.wordpress.com/
• Jakfari http://jakfari.wordpress.com/
• Lateralbandung http://lateralbandung.wordpress.com/
• Luthfis http://luthfis.wordpress.com/
• Luthfullah http://luthv.wordpress.com/
• Ma’ashshadiqin http://comein.blogs.friendster.com/
• Madinah Al-hikmah http://madinah-al-hikmah.net/
• Nargis http://mashumah.wordpress.com/
• Pak Jalal http://www.jalal-center.com/
• Ressay http://ressay.wordpress.com/
• Pelita zaman http://www.pelitazaman.blogspot.com/
• Sahib Al-Zaman http://haidaryusuf.wordpress.com/
• Suara keadilam http://iwans.wordpress.com/
• TASNIM http://eurekamal.wordpress.com/
• Telaga Hikmah http://www.telagahikmah.org/id/index.php
• Wahabisme http://wahabisme.wordpress.com/
• Musa http://musakazhim.wordpress.com/
• Ahlulbayt http://keluargaabi.wordpress.com/
• dsb, masih banyak lagi

Ritual

1. Peringatan Maulid Nabi
2. Peringatan Idul Ghadir
3. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain
4. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr
5. Peringatan Asyura.
6. Taqiyah
7. Majlis Doa Kumail, malam Jumat.
8. Ghadir Khum

Mukhtamar

Mukhtamar III Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia (IJABI) di Sulawesi, 28 Februari – 1 Maret 2008 dihadiri oleh seribu peserta dai Indonesia. Bertindak sebagai pembicara adalah Syaikh Muhammad Salak, wakil Majma’ Ahlul Bait Teheran, Ayatullah DR. Sayyed Muhammad Musawi, pimpinan ahlul bait London, Jalaluddin Rachmat Ketua Dewan Syurah Ijabi Indonesia.

Ikatan Jamah Ahlul Bait Indonesia (IJABI)

• Tanggal didirikan 1 Juli 2000 di Bandung, Jawa Barat
• Pendiri : Jalaluddin Rachmat, Dimitri Mahayana, Hadi Suwastio
• Ketua Dewan Syura : Jalaluddin Rachmat
• Ketuhan Pelaksana: Dimitri Mahayana
• Kebanyakan pengikut mereka dari kalangan pelajar
• Di tahun 2008 M
1. IJABI merupakan organisasi Syi’ah satu-satunya yang resmi
2. Tersebar di 33 propinsi
3. Anggotanya 5 juta orang, menurut pengakuan Jalaludin (tapi ini taqiyah)

Islamic Cultural Centre (ICC) Jakarta

Pendiri: Haidar Bagir, Jalaluddin Rakhmat, Umar Shahab
Direktur: Muhsin Hakimullah
Alamat : . Buncit Raya Kav. 35 Pejaten Barat Jakarta 12510
PO.BOX 7335 jkspm 12073 Telp.: 021-7996767 Faks.: 7996777

Yayasan Al Itrah Bagil Jawa Timur

• Tahun didirika: 1996 M
• Ketua: Ali Ridho Assegaf
• Wakil Ketua: Muhammad Baqir
• Sekertaris: Zaid Alaydrus
• Kegiatan Pendidikan:
1. Taman Kanak-kanak “al-Abrar”
2. Sekolah Dasar “Mitra Ilmu” dan telah dikunjungi oleh mentri pendidikan Iran saat dalam kunjungannya ke Indonesia.
3. SMP “Yapi”
4. Ma’had “Yapi”

Yayasan Az-Zahra Malang Jawa Timur

• Kegiatan pendidikan, Madrasah Al-Kautsar dari tingkat dasar sampai menengah.
• Membangun komplek perumahan seluas puluhan hektar

Sumber: Ditulis utuh dari buku “Fakta dan Data Perkembangan Syi’ah di Indonesia” hal.51-66 Oleh guru kami Al-Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA -semoga Allah menjaga beliau-. Penerbit: Perisai Qur’an Cet.I/Sept 2012.


(KabarDuniaIslam/Moslemsunnah.Wordpress)

NGERIIII, ternyata Inilah sebab JIN Masuk Ke Dalam Tubuh Kita

Tahukah kamu bahwa jin masuk ke dalam  tubuh manusia bukan hanya karena sihir atau  di guna - guna saja, terkadang mereka bangsa jin masu...