Senin, 30 September 2013

Fatwa dan Himbauan K.H. Hasyim Asy’ari tentang syiah


Jauh-jauh hari sebelum Khomaini mencuci otak pemuda-pemuda kita di Iran dan melalui mereka mengexport revolusi Syi’ahnya ke indonesia, KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) ketika membuat Qanun Asasi Li Jam’iyah Nahdhatul Ulama’ beliau sudah mewanti-wanti agar kaum Nahdhiyin berpegang teguh dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (madzhab Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali) serta waspada dan tidak mengikuti Madzhab Syi’ah Imamiyah dan Syiah Zaidiyyah. Hal mana karena keduanya adalah Ahli Bid’ah.
            Dalam halaman 7 (tujuh) Qanun Asasi tersebut beliau menyampaikan Hadits Rosululloh  yang berbunyi : “Apabila timbul finah atau Bid’ah, dimana sahabat-sahabat ku di caci maki, maka setiap orang yang berilmu di perintahkan untuk menyampaikan ilmunya (menyampaikan apa yang ia ketahui tentang kesesatan Syi’ah).  Dan barang siapa tidak melaksanakan  perintah tersebut, maka dia akan mendapat laknat dari Alloh dan dari Malaikat serta dari seluruh manusia. Semua amal kebajikannya, baik yang berupa amalan wajib maupun amalan sunnah tak  akan diterima oleh Alloh”.
            Kemudian di halaman 9 (sembilan) Qanun Asasi tersebut beliau juga berfatwa, bahwa Madzhab yg paling benar dan cocok untuk di ikuti di akhir zaman ini adalah empat Madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (ke empatnya Ahlussunnah Wal Jama’ah).
            Selanjutnya beliau berkata : “ Selain empat Madzhab tersebut juga ada lagi Madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah, tetapi keduanya adalah Ahli Bid’ah, tak boleh mengikuti atau berpegang dengan kata-kata mereka”.
            Adapun mengenai Assawadul A’dhom ( golongan terbanyak) sebagai tanda golongan yang selamat dan akan masuk Surga, maka di halaman 9 (sembilan) Qanun Asasi tersebut, KH Hasyim Asy’ari telah mengutip sabda rosululloh SAW. sbb: Ikutlah kalian kepada Assawadul A’dhom (golongan terbanyak)”.
            Menanggapi Hadits Assawadul A’dhom tersebut, KH Hasyim Asy’ari berfatwa :” Karena fatwa membuktikan bahwa empat Madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (kesemuanya Ahlussunnah Wal Jama’ah) tersebut merupakan Madzhab yg paling banyak pengikutnya, maka barang siapa mengikuti Madzhab empat tersebut berarti mengikuti Assawadul A’dhom dan siapa saja keluar dari empat Madzhab tersebut berarti telah keluar dari Assawadul A’dhom”.
            Dengan adanya fatwa-fatwa tersebut diatas, jelas bagi kita bahwa KH Hasyim Asy’ari sudah berusaha agar kaum Nahdhiyin berpegang teguh dengan empat Madzhab Ahlussunnah serta waspada dan tidak sampai terpengaruh dengan propaganda Syi’ah.
            Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, bagaimana dengan oknum pengurus NU yang sampai sekarang menjadi jurkamnya Syi’ah dan terus berusaha mensyiahkan orang-orang NU ?.

Kamis, 29 Agustus 2013

Kisah heroik mujahidin Suriah merebut asrama militer Nushairiyah di Idlib

Salah satu peperangan terdahsyat mujahidin Islam dan mujahidin FSA di provinsi Idlib dalam beberapa bulan terakhir adalah perang “Abu Khathab al-Pansyi”, yaitu penyerbuan gencar terhadap lembaga asrama militer rezim Nushairiyah Suriah di Idlib yang berada di jalur kota Idlib – Sarmen.
Melalui perang gencar dan operasi gabungan yang terkoordinasi dengan baik, mujahidin Islam dan mujahidin FSA akhirnya sukses merebut asrama militer Idlib pada Jum’at (14/6/2013). Mujahidin Jabhah Nushrah merilis pernyataan resmi dan video resmi tentang operasi perang dahsyat di Idlib ini.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
logo-JN3 
Pernyataan no. 344
Perang Abu Khathab al-Pansyi
Penyerbuan dan pembebasan lembaga asrama militer di Idlib

Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan jihad di jalan-Nya sebagai puncak tertinggi ajaran Islam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada rasul yang diutus dengan pedang untuk meninggikan menara Islam, nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya dan seluruh sahabatnya yang mulia. Amma ba’du.
Target peperangan
Lembaga asrama militer di pinggiran Idlib yang berada di jalan raya Idlib – Sarmen.
Foto satelit markas asrama militer di pinggiran Idlib
Foto satelit markas asrama militer di pinggiran Idlib
Waktu peperangan
Lembaga asrama militer Idlib sepenuhnya berhasil dibebaskan dan dikuasai pada Jum’at siang, 4 Sya’ban 1434 H/14 Juni 2013 M.
Kelompok yang terlibat dalam peperangan
Dalam serangan yang pertama, kelompok yang terlibat dalam pertempuran adalah Jabhah Nushrah.
Dalam serangan yang kedua, yang turut serta dalam pertempuran adalah:
  • Jabhah Nushrah
  • Harakah Ahrar asy-Syam al-Islamiyah
  • Ahrar asy-Syimal
  • Liwa’ at-Tauhid
  • Liwa’ al-Haq
Peralatan yang turut serta dalam peperangan :
Serangan pertama
Setelah berserah diri kepada Allah Ta’ala semata, mujahidin mempersiapkan peralatan perang sebagai berikut:
  • 2 tank yaitu sebuah tank T 62 dan sebuah tank T 72
  • 1 meriam kaliber 57 mm
  • 1 meriam kaliber 23 mm
  • 2 senapan mesin DShK kaliber 14,5 mm
  • 2 senapan mesin DShK kaliber 12,7 mm
  • Beberapa roket Katyusa rakitan lokal.
  • Beberapa roket Mazuka dan Metes.
  • Mortar kaliber 125 mm rakitan lokal.
  • Mortar kaliber 120 mm rakitan lokal.
  • Meriam Jahannam rakitan lokal.
  • 2 regu serbu
  • 1 regu pemutus jalur pasukan bantuan Nushairiyah dari kota Idlib.
Serangan kedua
Setelah percaya sepenuhnya kepada pertolongan dari Allah Ta’ala dan taufik-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, mujahidin yang turut serta dalam serangan kedua mempersiapkan peralatan perang sebagai berikut:
  • 4 buah tank: dua tank T 55, sebuah tank T 62 dan sebuah tank T 72
  • Meriam Jahannam
  • 2 meriam B 9
  • 6 mortar kaliber 120 mm rakitan lokal.
  • 9 meriam kaliber 23 mm
  • 2 pelontar roket N 29
  • 3 meriam kaliber 57 mm
  • Beberapa ranjau dan roket Katyusa rakitan lokal
Kronologi peperangan :
Peperangan pertama
Peperangan yang penuh berkah ini dimulai pada sekitar pukul 17.30 hari Rabu sore, 18 Rajab 1434 H/29 Mei 2013 M. Serangan diawali dengan tembakan senjata berat, di mana mujahidin berhasil memastikan tembakan tersebut tepat menghantam bangunan-bangunan dan kendaraan militer Nushairiyah.
Ketika peperangan mulai berkecamuk, pasukan murtad Nushairiyah melemparkan bom-bom molotov ke lahan pertanian di sekitar asrama militer sehingga mengakibatkan kebakaran hebat pada lahan pertanian tersebut. Asrama militer juga mendapatkan dukungan penuh dari bombadir seluruh posko militer di Idlib terhadap posisi mujahidin, sehingga kebakaran bertambah parah. Pasukan Nushairiyah juga membakar ban-ban di dalam asrama militer yang menimbulkan asap tebal untuk menutupi pandangan mujahidin.
Ketika malam tiba, mujahidin berusaha menyerbu masuk ke dalam asrama militer melalui dua arah yaitu arah selatan dan arah utara. Namun Allah Ta’ala menakdirkan usaha tersebut belum sukses. Mujahidin mengulangi penyerbuan masuk pada waktu terbit fajar sehingga berhasil merebut dan menyisir sebuah bagian yang bagus dalam kompleks asrama militer. Namun pasukan Nushairiyah bertahan dengan senjata mesin berat dan canggih, menghujani posisi-posisi mujahidin sehingga mujahidin terpaksa mundur dari tempat-tempat yang telah mereka kuasai dalam kompleks asrama militer.
Sementara itu regu pemutus jalur pasukan bantuan terlibat baku tembak sengit dengan sejumlah kendaraan militer Nushairiyah yang datang dari kota Idlib, namun tidak berhasil menanggulangi senjata berat musuh karena kondisi geografis tempat pertempuran yang sulit.
Keesokan paginya mujahidin berhasil mengintai dua tank, dua panser dan sebuah mobil ambulance rezim Nushairiyah ditarik mundur dari dalam asrama militer menuju kota Idlib.
Mujahidin terus berjaga-jaga di sekitar asrama militer untuk persiapan peperangan yang kedua, dengan izin dan kekuatan dari Allah Ta’ala.

Peperangan kedua
Pada hari Selasa pagi, 1 Sya’ban 1434 H/11 Juni 2013 M, peperangan kedua dimulai kembali bekerja sama dan berkoordinasi dengan kelompok-kelompok jihad yang tutur serta dalam operasi gabungan ini. Peperangan akhirnya meluas dan mencakup serangan terhadap posko militer Binnisy Idlib, posko militer Bab al-Hawa, posko militer Mahlaj, posko militer Insyaat, dan posko militer asrama militer. Peperangan difokuskan untuk menyerbu dan merebut asrama militer, sementara itu tembakan meriam diarahkan ke 5 posko militer di sekitarnya untuk menyibukkan mereka dari memberi bantuan terhadap pasukan Nushairiyah di dalam kompleks asrama militer.
Di saat senjata berat mujahidin menghujani asrama militer, satu regu mujahidin berhasil merebut posko militer Binnisy Idlib dan satu regu mujahidin lainnya sukses merebut gedung pembangkit listrik daaerah yang berseberangan dengan posko militer Mahlaj. Regu mujahidin tersebut membuat lubang-lubang di tembok dan kemudian terlibat baku tembak sengit dengan posko militer Mahlaj.
Setelah mujahidin berhasil mencapai tembok asrama militer, baku tembak sengit dengan pasukan murtad Nushairiyah bertambah gencar. Hal itu menambah jumlah regu penyerbu mujahidin yang gugur dan cedera. Maka regu penyerbu mujahidin ditarik mundur, dan senjata berat mujahidin mengambil alih serangan terhadap asrama militer. Pertempuran sengit berlanjut sampai hari Kamis, 13 Juni 2013 M diselingi oleh pertemburan sengit antara regu mujahidin pemutus jalur pasukan bantuan musuh dengan pasukan murtad Nushairiyah.
Pada Kamis petang, 13 Juni 2013 M beberapa mobil pick up militer mengangkut sebagian pasukan murtad Nushairiyah yang ditarik mundur dari asrama militer ke kota Idlib. Mujahidin berhasil menyerang dan melumpuhkan konvoi pick up militer tersebut dengan senapan mesin serta merebut salah satu pick up.
Sekitar pukul 24.00 malam mujahidin menyerbu ke dalam asrama militer dengan senjata ringan dan terlibat baku tembak sengit dengan pasukan murtad Nushairiyah. Pada saat itulah Allah Ta’ala mencampakkan rasa gentar ke dalam hati pasukan murtad Nushairiyah. Segala puji bagi Allah semata.
Pada tengah hari Jum’at, 4 Sya’ban 1434 H/14 Juni 2013 M di saat mujahidin melakukan shalat Jum’at, pasukan murtad Nushairiyah ditarik mundur sepenuhnya dari asrama militer. Mujahidin menyerang mereka dengan sengit dan menimbulkan kerugian jiwa yang besar di pihak mereka. Segala puji bagi Allah semata.
Dengan itu mujahidin sepenuhnya merebut dan menguasai asrama militer Idlib. Segala puji bagi Allah semata.

Hasil peperangan :
Peperangan Pertama
Dalam peperangan ini 8 mujahidin gugur sebagai syahid ~semoga Allah menerima mereka~, di antaranya reporter lapangan Abu Khathab al-Pansyi, dan 40 mujahidin lainnya cedera.
Mujahidin memastikan sukses menghancurkan dan melumpuhkan sejumlah kendaraan militer dan persenjataan berat serta menewaskan banyak musuh, baik tentara Nushairiyah maupun milisi Syiah Shabihah.

Peperangan kedua
Menghancurkan sebuah tank, melumpuhkan dua buah tank, menghancurkan sebuah panser, menghancurkan sebuah buldozer, menghancurkan dua buah mobil pick up militer, dan menewaskan sejumlah besar tentara murtad Nushairiyah. Berita-berita yang sampai kepada kami menyebutkan pihak musuh telah berhasil mengidentifikasi nama 50 mayat tentara mereka dan lebih dari 400 tentara cedera, sebagian mereka dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di provinsi Lattakia. Mujahidin merebut sebuah tank T 72 generasi ketiga dan sebuah panser. Segala puji bagi Allah semata.
Lembaga asrama militer Idlib berhasil sepenuhnya dikuasai oleh mujahidin, berkat pertolongan dan kekuatan dari Allah Ta’ala semata. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

Hasil-hasil pertanian di sekitar asrama militer Idlib dibumi hanguskan oleh pasukan Nushairiyah
Hasil-hasil pertanian di sekitar asrama militer Idlib dibumi hanguskan oleh pasukan Nushairiyah

Pembangkit listrik terbakar oleh bombardir senjata berat pasukan Nushairiyah setelah dikuasai oleh mujahidin
Pembangkit listrik terbakar oleh bombardir senjata berat pasukan Nushairiyah setelah dikuasai oleh mujahidin

Mortar kaliber 80 mm rakitan lokal menghujani asrama militer Idlib
Mortar kaliber 80 mm rakitan lokal menghujani asrama militer Idlib

Roket Katyusa rakitan lokal menghantam asrama militer Idlib
Roket Katyusa rakitan lokal menghantam asrama militer Idlib

Meriam kaliber 57 mm menghujani asrama militer Idlib
Meriam kaliber 57 mm menghujani asrama militer Idlib

Tank T 72 menembaki asrama militer Idlib
Tank T 72 menembaki asrama militer Idlib

Meriam kaliber 23 mm menghujani markas militer Idlib
Meriam kaliber 23 mm menghujani markas militer Idlib

Menembak tank dalam asrama militer dengan roket N 29
Menembak tank dalam asrama militer dengan roket N 29

Menghalau bombardir pesawat tempur musuh di sekitar asrama militer Idlib
Menghalau bombardir pesawat tempur musuh di sekitar asrama militer Idlib

Tembakan gencar untuk melindungi regu penyerbu mujahidin
Tembakan gencar untuk melindungi regu penyerbu mujahidin

Serangan mujahidin menimbulkan kebakaran dalam asrama militer Idlib
Serangan mujahidin menimbulkan kebakaran dalam asrama militer Idlib

Salah satu bangunan asrama militer Idlib dan kerusakan pasca peperangan
Salah satu bangunan asrama militer Idlib dan kerusakan pasca peperangan

Mujahidin memasuki dan merebut asrama militer Idlib
Mujahidin memasuki dan merebut asrama militer Idlib

Tank yang direbut mujahidin dari asrama militer Idlib
Tank yang direbut mujahidin dari asrama militer Idlib

Mujahidin menuliskan kalimat syahdat pada tembok asrama militer Idlib
Mujahidin menuliskan kalimat syahdat pada tembok asrama militer Idlib

Salah seorang mujahid menjatuhkan bendera thaghut Suriah dari bangunan asrama militer Idlib
Salah seorang mujahid menjatuhkan bendera thaghut Suriah dari bangunan asrama militer Idlib


Allah Maha Melaksanakan kehendak-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya

Jabhah Nushrah
Yayasan Media Al-Manarah al-Baidha’

Jangan melupakan kami dalam doa Anda
Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam

Ahad, 12 Ramadhan 1434 H/21 Juli 2013 M

Sabtu, 17 Agustus 2013

Fakta dan Data Syi’ah di Indonesia


Setelah meletusnya revolusi Iran pada tahun 1979 M, paham Syi’ah Imamiyah (Syi’ah Itsna Asyariyah) mulai masuk ke Indonesia. Diantara tokoh yang terpengaruh dengan paham Syi’ah adalah Husain al-Habsy, Direktur Pesantren Islam YAPI Bangil. Al-Habsy kemudian aktif menyebarkan ideologi Syi’ah dengan kemasan apik dan berslogan persatuan kaum muslimin.

Pada tahun 1980-an, al-Habsy mengirim sejumlah santrinya untuk belajar di Hauzah Ilmiyah di Qum, Iran. Sepulang dari Qum, para santri kemudian menyebarkan ajaran Syi’ah melalui sejumlah kegiatan, baik di bidang politik, pendidikan, media, sosial, ekonomi, maupun kesehatan. Dalam bidang politik, mereka masuk ke partai-partai. Dalam bidang pendidikan mereka mendirikan sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi. Dibidang media mereka mendirikan koran, majalah, televisi, penerbitan buku, selebaran, dsb. Dalam bidang sosial, mereka mempraktekkan nikah mut’ah. Dalam bidang ekonomi mereka membuka toko-toko, membeli angkutan-angkutan umum, dan aktif dalam dunia perdagangan secara umum. Dalam bidang medis, mereka membangun rumah sakit dan klinik pengobatan. Pada tahun 1993, jati diri al-Habsy sebagai orang Syi’ah terkuak saat dia mengirimkan laporan kegiatan Syi’ah Indonesia ke Ayatullah di Iran dan saat itu 13 guru yang bermadzhab Ahlussunnah keluar dari pesantrennya.

Inilah gerakan Syi’ah, begitu terorgaisir dengan rapi. Adapun reaksi Ahlussunnah masih bersifat tidak konsisten. Jika ada keributan mereka bergerak, jika tidak ada, mereka hanya diam dan pasif, padahal Syi’ah semakin lama semakin berkembang.

Kader

Secara umum kader-kader Syi’ah merupakan alumnus Hauzah Ilmiyah di Qom Iran dan Suriah. Jumlah mereka mencapai ratusan orang dan tersebar di berbagai kota dan desa. Mereka aktif mengajak masyarakat untuk masuk kedalam kelompok Syi’ah, baik di rumah, sekolah, masjid, forum, ikatan, maupun lainnya.

Penikut Syi’ah ini kemudian membuat ikatan yang disebut dengan IJABI (Ikatan Jamaah Alhul Bait Indonesia) dengan tokoh pelopornya Ahmad Baraqbah, Jalaludin Rahmat, Dimitri Mahayana, dan Zahir bin Yahya. Dan melalui ormas Ahlul Bait Indonesia (ABI) yang dideklarasikan tahun 2011 oleh ketuanya Hasan Dalil Alaydrus.

Yayasan

Untuk memayungi secara hukum, orang Syi’ah kemudian membuat sejumlah yayasan. Ahmad Baraqbah, salah seorang tokoh Syi’ah, pada tahun 1995 M, mengatakan dalam majalah Umlumul Qur’an bahwa umlah yayasan Syi’ah di Indonesia mencapai 40 buah tersebar di berbagai wilayah: Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Jember, Bangil, Pontianak Kalimantan Barat, Samarinda Kalimantan Timur, Banjarmasin Kalimantan Selatan, dll. (Majalah Ulumul Qur’an, Edisi 4/1995M)

Peran Media Cetak

Syiah memanfaatkan media cetak untuk menyebarkan pahamnya. Untuk itu mereka membuat selebaran, majalah dan membangun puluhan penerbit dan percetakan seperti Mizan, Pelita Bandung, Hidayah, as-Sajjad, Abu Dzar Jakarta, Yapi Lampung, Lentera dan sebagainya.

Secara umum buku yang diterbitkan adalah buku terjemahkan dari buku-buku karya ulama Syi’ah seperti Khomaini, Muthahhari, Ali Syariati, Muhammad at-Tijani at-Tunisi dan lain-lain. Ada pula buku-buku yang merupakan hasil karya putra-putri Syi’ah Indonesia.

Adapun majalah dan selebaran yang mereka terbitkan antara lain:

1. Majalah al-Quds diterbitkan oleh kedutaan Iran di Jakarta dengan bahasa Indonesa.
2. Majalah al-Mawaddah diterbitkan oleh IJABI cabang Bandung, Jabar.
3. Majalah al-Huda diterbitkan oleh Syi’ah di Jakarta.
4. Majalah al-Hikmah diterbitkan oleh yayasan al-Muthahari Bandung.
5. Majalah al-Musthafa diterbitkan oleh Syi’ah di Jakarta.
6. Buletin al-Jawad dan al-Ghadir diterbitkan oleh yayasan al-Jawad Jakarta.
7. Buletin at-Tanwir diterbitkan oleh yayasan al-Muthahari.
8. Buletin Ibnus Sabil diterbitkan oleh Syi’ah di Pekalongan, dll.

Peta Pergerakan Syi’ah di Indonesia

Nama-Nama Yayasan

1. Yayasan Fatimah Jakarta
2. Yayasan Al-Muntazhar Jakarta
3. Yayasan Al-Uqailah
4. Yayasan Ar-Radhiyyah
5. Yayasan Mula Shadra Bogor Jawa Barat
6. Yayasan An-Naqi
7. Yayasan Al-Qurba
8. Yayasan YAPI Bangil Jawa Timur
9. Yayasan Al-Itrah Jember Jawa Timur
10. Yayasan Rausyan Fikr Jogjakarta
11. Yayasan Babiem Jember Jawa Timur
12. Yayasan Muthahhari Bandung Jawa Barat
13. YPI Al-Jawad Bandung Jawa Barat
14. Yayasan Muhibbin Probolinggo
15. Yayasan Al-Mahdi Jakarta
16. Yayasan Madinatul Ilmi Depok Jawa Barat
17. Yayasan Insan Cita Prakarsa Jakarta
18. Yayasan Asshidiq Jakarta
19. Yayasan Babul Ilmi Bekasi Jawa Barat
20. Yayasan Az-Zahra Jakarta
21. Yayasan Al Kazhim Jakrta
22. Yayasan Al Baro’ah Tasikmalaya Jawa Barat
23. Yayasan 10 Muharrom Bandung Jawa Barat
24. Yayasan As Shodiq Bandung Jawa Barat
25. Yayasan As Salam Majalengka Jawa Barat
26. Yayasan Al Mukarromah Bandung Jawa Barat
27. Yayayasan Al-Mujataba Purwakarta Jawa Barat
28. Yayasan Saifik Bandung Jawa Barat
29. Yayasan Al Ishlah Cirebon Jawa Barat
30. Yayasan Al-Aqilah Tangerang Jawa Barat
31. Yayasan Dar Taqrib Jepara Jawa Tengah
32. Yayasan Al Amin Semarang Jawa Tengah
33. Yayasan Al Khoirat Jepara Jawa Tengah
34. Yayasan Al Wahdah Solo Jawa Tengah
35. Yayasan Al Mawaddah Kendal Jawa Tengah
36. Yayasan Al Mujtaba Wonosobo Jawa Tengah
37. Yayasan Safinatunnajah Jawa Tengah
38. Yayasan Al Mahdi Jember Jawa Timur
39. Yayasan Attaqi Pasuruan Jawa Timur
40. Yayasan Azzhra Malang
41. Yayasan Ja’far Asshodiq Bondowoso Jawa Tengah
42. Yayasan Al Yasin Surabaya Jawa Timur
43. Yapisma Malang Jawa Timur
44. Yayasan Al Hujjah Jember Jawa Timur
45. Yayasan Al Kautsar Malang Jawa Timur
46. Yayasan AL Hasyimm Surabaya Jawa Timur
47. Yayasan Al Qoim Probolinggo Jawa Timur
48. Yayasan al-Kisa’Bali
49. Yayasan Al Islah Makasar Sulawesi
50. Yayasan Fikratul Hikmah Makasar Sulawesi
51. Yayasan Sadra Makasar Sulawesi
52. Yayasan Pinisi Makassar Sulawesi
53. Yayasan Lentera Makassar Sulawesi
54. Yayasan Nurtsaqolain Sulawesi Selatan
55. Yayasan Shibtain Riau Sumatra
56. Yayasan Al Hakim Lampung Sumatra
57. Yayasan Pintu Ilmu Palembang Sumatra
58. Yayasan Ulul Albab Aceh Sumatra
59. Yayasan Amali Medan Sumatra
60. Yayasan Al Muntadzar Samarinda Kalimantan
61. Yayasan Arridho Banjarmasin Kalimantan

Nama Majlis Taklim

1. Majlis Taklim Ar-Riyahi
2. Majlis Taklim Ummu Abiha Jakarta
3. Majlis Taklim Al Bathul Jakarta
4. Majlis Taklim Haurah Sawangan Depok Jawa Barat
5. Majlis Taklim Al Idrus Purwakarta Jawa Barat
6. Majlis Ta’lim An-Nur Tangerang Jawa Barat
7. Majlis Taklim Al Jawad Tasikmalaya Jawa Barat
8. Majlis Ta’lim Al-Alawi Probolinggo Jawa Timur

Nama Ikatan Organisasi

1. Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI)
2. Ikatan Pemuda Ahlulbait Indonesia (IPABI)
3. Himpunan Pelajar Indonesia (HPI)Iran
4. Shafful Muslimin Indonesia
5. Ikatan Pelajar Indonesia di Iran (ISLAT)
6. Perkumpulan Ahlul Bait Indonesia (TAUBAT)
9. Ahlu Bait Indonesia (ABI), dll

Nama Centre dan Forum

1. Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta
2. Tazkiyah Jakarta
3. Al Hadi Jakarta
4. Al-Iffah Jember Jawa Timur
5. Forum Komunikasi Ahlul Bait (LKAB)

Nama Lembaga Pendidikan

1. SMA Plus Muthahhari Bandung dan Jakarta
2. Pendidikan Islam Al-Jawad
3. Islamic College for Advanced Studies
4. Sekolah Lazuardi dari Pra TK sampai SMP Jakarta
5. Sekolah Tinggi Madinatul Ilmu Depok Jawa Barat
6. Madrasah Nurul Iman Sorong Irian
7. Pesantren Al-Hadi Pekalongan
8. Pesantren YAPI Bangil Jawa Timur

Nama Penerbit Buku

1. Lentera
2. Pustaka Hidayah
3. Mizan
4. Yapi Jakarta
5. Al-Hadi
6. Al-Jawwad
7. Islamic Center Al-Huda
8. Muthahhari Press/Muthahhari Papaerbacks, dll

Nama Penulis

1. Alwi Husein
2. Muhammad Taqi Misbah
3. O.Hasyim
4. Jalaluddin Rakhmat
5. Muhsin Labib
6. Husein Al-Kaff
7. Sulaiman Marzuqi Ridwan
8. Dimitri Mahayana, dll

Nama Mahasiswa Qum Iran

1. Muhammad Taqi Misbah Yazdi
2. Euis Daryati, Mahasiswi S2 Jurusan Tafsir Al-Quran, Sekolah Tinggi Bintul Huda Qom. Ketua Fathimiah HPI 2006-2007.
3. Nasir Dimyati, S2 Jurusan Ulumul Quran Universitas Imam Khomeini Qom. Saat ini aktif di BKPPI.
4. Usman Al-Hadi, Mahasiswa S1 Jurusan Ulumul Quran Univ. Imam Khomeini Qom.
5. Abdurrahman Arfan, S1 Jurusan Ushul Fiqh di Jamiatul Ulum Qom, Republik Islam Iran.
6. M. Turkan, S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran
7. Siti Rabiah Aidiah, Mahasiswi di Jamiah Bintul Huda, Qom, Jurusan Ulumul Quran.
8. Muchtar Luthfi, Ketua Umum Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) di Republik Islam Iran periode 2006-2007, Sekjen Badan Kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia (BKPPI) se-Timur Tengah dan Sekitarnya.
9. Herry Supryono, Mahasiswa S1 Fiqh dan Maarif Islamiyah di Madrasah Hujjatiyah Qom, Republik Islam Iran.
10. Saleh Lapadi, asal Sorong, alumni YAPI Bangil, Sekarang menempuh S2 di Qom Iran, pimred islat (islam alternatif)
11. Afifah Ahmad, Mahasiswi S1, Jurusan Maarif Islam di Jamiatul Bintul Huda, Qom Republik Islam Iran
12. Emi Nur Hayati Ma’sum Said, Mahasiswi S2 Jurusan Tarbiyah Islamiyah & Akhlak di Universitas Jamiah Azzahra, Qom-Iran
13. A. Luqman Vichaksana S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran
14. Ammar Fauzi Heryadi, mahasiswa Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran.

Alumnus Qum Iran

1. DR. Abdurrahman Bima, Alumni dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pengaruh Filsafat dalam Konsep Politik Khomeni”.
2. DR. Khalid Al-Walid, Alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”
3. Muhsin Labib, Alumnus Hauzah Ilmiah Qom, Republik Islam Iran. Kandidat Doktor Filsafat Islam di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Ali Ridho Al-Habsy cucu dari Habib Ali Kwitang, tahun 1974.
5. Umar Shahab, tahun 1976
6. Syamsuri Ali
7. Jalaludin Rahmat
8. Ahmad Barakbah

• Tahun 1990 M : 50 Mahasiswa Indonesia belajar di Qom Iran
• Tahun 1999 M : Jumlah lulusan lebih dari 100 orang
• Tahun 2001 M : 50 mahasiswa melanjutkan kuliah S2 di Qom
• Tahun 2004 M : 90 mahasiswa melanjutkan kuliah S2 di Qom
• Dr. Ali Maskan Musa ketua NU wilayah Jawa Timur belum lama ini berkunjung ke Iran dan dia melihat ada sekitar 7000 pelajar Indonesia, 300 diantaranya di Qom Iran. Sebagian ada yang mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Iran, sedangkan sisanya dibawah tanggungan para ulama Qom.
• Setiap tahun direkrut 300 mahasiswa Indonesia ke Iran

Nama Majalah

1. Majalah Syi’ar
2. Majalah Al-Huda
3. Majalah Al-Hikmah
4. Majalah Al-Musthafa
5. Majalah Al-Mawaddah
6. Majalah Harian Al-Quds
7. Majalah Al-Tanwir
8. Majalah Al-Jawwad
9. Majalah Al-Ghadir
10. Majalah Babim, dll

Nama Radio dan Televisi

1. IRIB (Radio Iran siaran bahasa Indonesia)
2. Hadi TV, tv satelite (haditv.com)
3. TV Al-Manar, Libanon, dpt diakses sejak April 2008, bekerja sama dengan INDOSAT
4. Myshiatv.com
5. Shiatv.net
6. Radio Silaturahmi (RASIL 720 AM) Jakarta

Nama Website

• http://abatasya.net/
• http://www.jalal-center.com/
• http://www.fatimah.org/
• http://www.icc-jakarta.org/
• http://www.ahl-ul-bait.org/
• http://ahmadsamantho.wordpress.com/
• http://www.islamalternatif.net/
• ICAS (icas-indonesia.org)
• Islamfeminis.wordpress.com
• http://www.wisdoms4all.com/ind/
• Yapibangil.org
• Alitrah.com

Nama Blog

• Ahmad Samontho http://ahmadsamantho.wordpress.com/
• Anak bangsa http://umfat.wordpress.com/
• blog Ahlul Bait http://www.aimislam.com/links.html
• Cahaya ISLAM http://abuaqilah.wordpress.com/
• cinta Rasul http://cintarasulullah.wordpress.com/
• Eraalquran http://eraalquran.wordpress.com/
• GENCAR AHLULBAYT NUSANTARA http://musadiqmarhaban.wordpress.com/
• Haidarrein http://haidarrein.wordpress.com/
• Hikmah Islam http://farterh04.wordpress.com/
• ICC http://www.icc-jakarta.com/
• Info syiah http://infosyiah.wordpress.com/
• ISLAM FEMINIS http://islamfeminis.wordpress.com/
• Islam syiah http://islamsyiah.wordpress.com/
• Jakfari http://jakfari.wordpress.com/
• Lateralbandung http://lateralbandung.wordpress.com/
• Luthfis http://luthfis.wordpress.com/
• Luthfullah http://luthv.wordpress.com/
• Ma’ashshadiqin http://comein.blogs.friendster.com/
• Madinah Al-hikmah http://madinah-al-hikmah.net/
• Nargis http://mashumah.wordpress.com/
• Pak Jalal http://www.jalal-center.com/
• Ressay http://ressay.wordpress.com/
• Pelita zaman http://www.pelitazaman.blogspot.com/
• Sahib Al-Zaman http://haidaryusuf.wordpress.com/
• Suara keadilam http://iwans.wordpress.com/
• TASNIM http://eurekamal.wordpress.com/
• Telaga Hikmah http://www.telagahikmah.org/id/index.php
• Wahabisme http://wahabisme.wordpress.com/
• Musa http://musakazhim.wordpress.com/
• Ahlulbayt http://keluargaabi.wordpress.com/
• dsb, masih banyak lagi

Ritual

1. Peringatan Maulid Nabi
2. Peringatan Idul Ghadir
3. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain
4. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr
5. Peringatan Asyura.
6. Taqiyah
7. Majlis Doa Kumail, malam Jumat.
8. Ghadir Khum

Mukhtamar

Mukhtamar III Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia (IJABI) di Sulawesi, 28 Februari – 1 Maret 2008 dihadiri oleh seribu peserta dai Indonesia. Bertindak sebagai pembicara adalah Syaikh Muhammad Salak, wakil Majma’ Ahlul Bait Teheran, Ayatullah DR. Sayyed Muhammad Musawi, pimpinan ahlul bait London, Jalaluddin Rachmat Ketua Dewan Syurah Ijabi Indonesia.

Ikatan Jamah Ahlul Bait Indonesia (IJABI)

• Tanggal didirikan 1 Juli 2000 di Bandung, Jawa Barat
• Pendiri : Jalaluddin Rachmat, Dimitri Mahayana, Hadi Suwastio
• Ketua Dewan Syura : Jalaluddin Rachmat
• Ketuhan Pelaksana: Dimitri Mahayana
• Kebanyakan pengikut mereka dari kalangan pelajar
• Di tahun 2008 M
1. IJABI merupakan organisasi Syi’ah satu-satunya yang resmi
2. Tersebar di 33 propinsi
3. Anggotanya 5 juta orang, menurut pengakuan Jalaludin (tapi ini taqiyah)

Islamic Cultural Centre (ICC) Jakarta

Pendiri: Haidar Bagir, Jalaluddin Rakhmat, Umar Shahab
Direktur: Muhsin Hakimullah
Alamat : . Buncit Raya Kav. 35 Pejaten Barat Jakarta 12510
PO.BOX 7335 jkspm 12073 Telp.: 021-7996767 Faks.: 7996777

Yayasan Al Itrah Bagil Jawa Timur

• Tahun didirika: 1996 M
• Ketua: Ali Ridho Assegaf
• Wakil Ketua: Muhammad Baqir
• Sekertaris: Zaid Alaydrus
• Kegiatan Pendidikan:
1. Taman Kanak-kanak “al-Abrar”
2. Sekolah Dasar “Mitra Ilmu” dan telah dikunjungi oleh mentri pendidikan Iran saat dalam kunjungannya ke Indonesia.
3. SMP “Yapi”
4. Ma’had “Yapi”

Yayasan Az-Zahra Malang Jawa Timur

• Kegiatan pendidikan, Madrasah Al-Kautsar dari tingkat dasar sampai menengah.
• Membangun komplek perumahan seluas puluhan hektar

Sumber: Ditulis utuh dari buku “Fakta dan Data Perkembangan Syi’ah di Indonesia” hal.51-66 Oleh guru kami Al-Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA -semoga Allah menjaga beliau-. Penerbit: Perisai Qur’an Cet.I/Sept 2012.


(KabarDuniaIslam/Moslemsunnah.Wordpress)

Balada Pembantaian Mesir

Rabu, 13 Agustus 2013. Hari raya baru berlalu tujuh hari, namun langit kelabu semakin bergelayut di Mesir. Di Rab’a al Adawiya, Junta militer Mesir kembali menunjukkan kebiadabannya dengan menembaki para demonstran pendukung mantan presiden sah Mesir yang terkudeta, Muhammad Mursi secara membabi-buta.

Beberapa aktivis melalui media sosial juga memposting foto buldoser dan kendaraan lapis baja, serta puluhan sniper yang bertebaran di bangunan-bangunan yang ada disekitar lokasi demonstrasi seperti hotel Nasr dan bangunan  lainnya.

Suasana semakin kacau, helikopter menjatuhkan gas racun, sementara itu tembakan peluru tajam dari senapan otomatis tak henti-hentinya memburu para demonstran yang seluruhnya adalah warga sipil yang tak bersenjata. Kantor berita Skynews melaporkan pada tanggal 13 Agustus 2013 dari kamp Rab’a bahwa serangan itu merupakan serangan berat dan merupakan serangan militer besar-besaran terhadap warga sipil yang tak bersenjata.

Hasilnya, 500 orang demonstran syahid, 2000 lebih mengalami luka- luka. Angka yang tak kalah mengejutkan adalah banyaknya korban yang syahid dalam sehari di Rumah Sakit Rab’a sebanyak lebih dari 300 orang dan jumlah luka-luka sebanyak 800 orang. Situs berita IkhwanOnline melaporkan jumlah korban yang lebih mengejutkan.

Sejak Presiden Mursi dikudeta, tepatnya sejak para pendukung Muhammad Mursi melakukan demonstrasi damai, junta militer Mesir telah membunuh lebih dari 800 orang dan melukai lebih dari 20.000 demonstran yang seluruhnya adalah warga sipil. Angka berikut adalah jumlah yang dapat dihitung di kawasan konsentrasi massa pendukung Mursi di Rab’a al Adawiya.

Sementara itu di tempat konsentrasi lainnya seperti Buhaira, Nahdaa dan lainnya, jumlah korban yang dibantai juga tak kalah sedikit. Di Assyut aparat kepolisian membakar sebuah pabrik roti yang tidak jauh dari tempat para demonstran.

Harian The Guardian pada tanggal 14 Agustus 2013 mengabarkan bahwa rumah sakit di kawasan kejadian tak mampu menampung jumlah korban yang terus berdatangan. Selain itu para dokter yang bekerja disana di ancam oleh polisi dan militer untuk tidak mengobati para demonstran damai yang terluka.

Rashad News bahkan memberitakan bahwa para polisi dan tentara telah membakar gedung RS Rab’a al Adawiya pada rabu sore yang menyebabkan jenazah korban tewas didalam rumah sakit tersebut juga ikut terbakar. Akibatnya rumah sakit darurat dibuat dipinggir-pinggir jalan dan masjid-masjid yang tak berselang lama menjadi tempat meregang nyawa warga sipil yang kebanyakan ditembak di kepala.

Mu’az Asraaf, seorang mahasiswa yang turut membantu korban luka mengatakan, “saya telah membawa banyak orang. Beberapa dari mereka meninggal, di antaranya ada yang ditembak di kepala. Tengkoraknya terbuka.” Asraaf lalu menunjuk kemeja warna abu-abu yang dikenakannya.  “Ini adalah bekas otak mereka yang menempel”.

Korban terus berjatuhan, kali ini peristiwa genosida Tiananmen terjadi di Rab’aa al Adawiya, sejauh artikel ini ditulis (14 Agustus 2013) jumlah korban syahid bertambah secara drastis menjadi 2.200 jiwa yang terdiri dari orangtua, pemuda, wanita, anak-anak, dan bahkan para wartawan.

Di Rab’a, Habiba Abdulaziz, wartawan dari The Express & Gulf News, menyusul puluhan wartawan lainnya yang telah tewas meregang nyawa ditembak peluru militer. Hanya kepada Allah kita meminta pertolongan.

Sejatinya, bencana ini bukan saja bencana lokal yang terjadi di Mesir. Bahkan, bencana ini adalah bencana seluruh ummat Islam yang masih terluka disana sini. Luka pembantaian di Suriah belum berhenti, begitupula luka di Myanmar, Kashmir, serta luka-luka yang menganga akibat pembantaian besar-besaran yang dilakukan terhadap kaum muslimin.

Sementara itu, anehnya elit dan petinggi negeri ini masih diam membisu, tanpa mengutuk atau memberikan sebuah pernyataan yang sekalipun secara riil tidak membantu ummat Islam di Mesir, pernyataan tersebut diharapkan mampu memotivasi dan memperbaiki moral ummat Islam Mesir yang sedang terpuruk karena dikhianati dan dibantai oleh negaranya sendiri, atau setidaknya mengobati perihnya hati kaum muslimin yang hanya bisa menatap pembantaian tersebut dari jauh.

Nyatanya, Presiden Republik Indonesia hanya diam membisu, menutup telinga, menutup mata dan terkesan melupakan sejarah panjang kemerdekaan Indonesia.

66 tahun yang lalu, tepatnya pada  10 Juni 1947, Mesir melalui perjanjian persahabatan Indonesia-Mesir secara de jure mengakui kemerdekaan dan kedudukan Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Kala itu, Mesir merupakan negara pertama yang memberikan dukungan dan pengakuan kedaulatan Indonesia secara sah melalui dokumen tertulis setelah sebelumnya Palestina melalui Mufti Muhammad Amin al Husaini pada tanggal 6 September 1944, mengucapkan ucapan selamat dan dukungan atas kemerdekaan Indonesia melalui Radio Berlin di Jerman yang kemudian berita tersebut disiarkan selama dua hari berturut-turut dan mulai disebarluaskan.

Mesir kala itu telah memberikan dukungannya secara penuh terhadap kemerdekaan Indonesia setelah empat orang delegasi Indonesia yang terdiri dari M. Natsir, Prof. Dr. H.M Rasyidi, Mr Nazir, dan AS Baswedan selama tiga bulan bernegoisasi menggalang dukungan dari kalangan pejabat pemerintahan Mesir sampai akhirnya Raja Farouk memberikan pengakuan resmi kedaulatan Indonesia.

Mungkin senada dengan pernyataan Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute dalam sebuah artikelnya bahwa menyebut dukungan Mesir terhadap Indonesia sebagai dukungan Ikhwanul Muslimin adalah upaya penyempitan fakta yang fatal.

Mesir sebagai sebuah Negara dengan 84 juta penduduknya tentu berbeda dengan IM sebagai sebuah entitas organisasi yang pada masa itu beranggotakan lebih dari 500.000 orang meski kedua-duanya memberikan dukungan yang cukup kuat terhadap kemerdekaan Indonesia. Kita perlu membedah lagi konsep
penyempitan fakta bahwa dukungan Mesir pada saat itu adalah dukungan IM. Mesir ya Mesir, dan IM ya IM. Dua-duanya berbeda dan dua-duanya tak sama.

Terlepas dari masalah itu, Indonesia sangat berhutang kepada dua elemen ini, sehingga dirasa sangat pantas dan bahkan merupakan keharusan bagi Indonesia untuk turut dalam proses rekonsiliasi dan penyelesaian masalah yang timbul terhadap salah satu atau kedua elemen tersebut.

Sebagai Presiden Indonesia, SBY yang merupakan mantan figur “sang jendral” juga berada di pihak Jendral as Sisi yang tak lain adalah seorang teroris tulen yang menjadi dalang daripada genosida yang sedang terjadi di Mesir? Hanya Allah yang tahu, tapi setidaknya sikap SBY menunjukkan bahwa ia memang berada di posisi itu.

Sejauh ini, kita tidak berandai-andai dan hanya menuduh sang presiden tanpa alasan yang jelas. Ketika Turki, Jerman dan Inggris secara kenegaraan telah mengecam kudeta yang terjadi pada Presiden Muhammad Mursi, pemerintah Indonesia masih diam tanpa mengeluarkan suatu pernyataan resmi sedikitpun. Ada apa dengan Indonesia?

Rupa-rupanya pemerintah telah menampakkan suatu sikap pro terhadap kudeta yang terjadi di Mesir yang menjadi langkah awal daripada pembantaian-pembantaian massal terhadap kaum muslimin di Rab’a, Nahdah dan tempat konsentrasi massa pendukung Presiden Mursi yang lain.

Meski tak secara langsung menggeneralisir bahwa jajaran di bawah kepresidenan turut mendukung, preseden yang diciptakan oleh SBY sangat berakibat buruk terhadap posisi Indonesia dimata internasional, terlebih dunia Islam dan Mesir sendiri secara khusus.

Alih-alih membuat pernyataan resmi kenegaraan, pada tanggal 28 Juli 2013, sang presiden malah membuat pernyataan yang secara tidak langsung menunjukkan keberpihakannya pada militer Mesir. SBY meminta agar PBB menangani krisis yang terjadi dan menghimbau kepada para warga negara Indonesia yang berada di Mesir untuk tidak turut campur tangan dalam konflik tersebut.

Itupun pernyataan pribadi yang bersifat individu dan parsial karena hanya melalui jejaring sosial bernama twitter. Bukan pernyataan resmi kenegaraan yang benar-benar serius menyatakan posisi Indonesia secara jelas pada masalah demokrasi yang terjadi di Mesir.

Juru bicara presiden, Julian Adrian Pasha pada tanggal 4 Juli 2013 mengatakan bahwa setelah diminta pandangannya oleh Obama dan Hilary Clinton, presiden memberi pertimbangan antara lain peranan militer yang tepat dan proporsional bisa mendukung demokrasi yang aman dan terkendali. Hal yang demikian secara jelas menununjukkan bahwa demokrasi yang diingini SBY sebagaimana yang diinginkan oleh Amerika Serikat.

Di lain hal, SBY menunjukkan kemunafikan sebagai seorang pemimpin negara yang tak henti-hentinya berkoar dan mengajak manusia memilih demokrasi. Indonesia sebagai penggagas dan tuan rumah BDF (Bali Democracy Forum) yang diikuti oleh 20 Negara dan telah berjalan sejak Desember 2008 sebenarnya memiliki posisi yang cukup penting dalam memainkan opini tentang demokrasi. Tapi pemerintah Indonesia diam dan tetap dalam kemunafikannya.

Mahfudh Siddiq, ketua komisi 1 DPR RI menyebutkan bahwa kudeta dan peristiwa yang terjadi di Mesir merupakan titik nadir demokrasi di Mesir. Siapapun tahu bahwa dalam demokrasi, seorang yang telah terpilih secara adil dan transparan berhak menyelesaikan kekuasaannya sebagai konsekuensi dan pertanggungjawaban dari pilihan rakyat itu sendiri.

Yang terjadi di Mesir pun begitu, hanya saja ketika kudeta telah berjalan, negara-negara penggiat demokrasi mulai memakai topeng, mengkhianati prinsip-prinsip demokrasi yang ia seru siang dan malam setiap hari. Negara-negara ini seperti mengatakan bahwa tak ada tempat untuk Islam dalam demokrasi, sekalipun mereka terpilih secara benar dan sah.

Memang benar kata-kata penyeru demokrasi ini bahwa tidak ada tempat untuk Islam di dalamnya.  Namun, sayangnya ummat Islam tertipu dengan janji manis demokrasi yang mendahulukan keputusan rakyat daripada keputusan Tuhan. Ketika kudeta telah terjadi, Syaikh Muhammad Az Zawahiri, yang merupakan pemimpin mujahidin di kawasan Sinai menyeru kepada rakyat Mesir untuk melawan As Sisi sebelum mereka lebih dahulu dibantai oleh militer Mesir.

Sayangnya para pendukung Presiden Mursi menolak, hingga terjadinya pembantaian pada para demonstran kemarin. Sebetulnya alasan Syaikh Muhammad melawan as Sisi dengan senjata adalah dibenarkan, baik secara syari’ah maupun secara ilmu logika. Api kudeta disulut oleh berbagai macam musuh Islam yang bersatu menjatuhkan pemerintahan Mursi yang tegas untuk merubah sistem dan mencopoti pejabat-pejabat korup yang membuat Mesir terpuruk.

Syi’ah, Kristen Koptik, kaum Sekuler, kaum Liberal bersatu di bawah kepemimpinan El Baradei yang mengaku berkeyakinan Syi’ah. Maka mengapa kaum muslimin masih berpecah belah ketika musuh mereka bersatu? Mengapa kita tetap saling disibukkan mencela harokah lain ketika faktanya mereka adalah saudara kita?

As Sisi adalah bughot dan pasukannya adalah para pemberontak yang wajib diperangi jika melihat dari kacamata kaum muslimin yang menganggap bahwa Mursi adalah Ulil Amri. Sedangkan pada kacamata syari’ah, wajib melakukan qishash pada para pembunuh.

Dua ribu kaum muslimin telah tertumpah sia-sia. Menunggu tindakan Indonesia yang telah lupa sejarah, sungguh alangkah naifnya. Bisa-bisa kaum muslimin Mesir tak tersisa satu pun kecuali jasad yang penuh luka tembak.

Sejak IM didirikan, permusuhan oleh musuh-musuh Islam begitu kuat dan tak ada hentinya meski tokoh-tokoh IM telah berhasil mereka bunuh satu demi satu.

Sabtu, 15 Juni 2013

Doa Agar Terhindar dari Musibah Agama

"Ya Allah, karunikanlah untuk kami rasa takut kepadaMu yang dapat menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu, dan (karuniakanlah untuk kami) ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu, serta (karuniakanlah untuk kami) keyakinan hati yang dapat meringankan kami dari berbagai cobaan dunia. Jadikankan kami bisa menikmati dan memanfaatkan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama kami hidup. Dan jadikan semua itu sebagai pewaris bagi kami (tetap ada pada kami sampai kematian). Jadikanlah kemarahan dan balas dendam kami hanya kepada orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami. (Ya Allah) Janganlah Engkau jadikan musibah kami adalah yang terjadi pada dien kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami."

Salafiyyah Yahudiyyah





Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada penutup para Nabi, keluarga dan para sahabat semuanya. Wa ba’du:

Mungkin sekilas pembaca kaget dan mengingkari judul di atas, tapi perlu diketahui bahwa judul di atas tidak ada kaitan dengan generasi As Salaf Ash Shalih dan yang mencontoh mereka yang telah menegakkan dien ini dengan tinta dan darah yang berlepas diri dari orang-orang kafir dan orang-orang murtad lagi menjihadi mereka dengan jiwa, harta dan lisan. Namun yang saya maksudkan di sini adalah sekte yang mengklaim dirinya sebagai salafiyyah atau salafi yang menurut pengakuan palsu mereka bahwa mereka itu memahami Al Qur’an dan As Sunnah sesuai manhaj As Salaf Ash Shalih, namun hampir di semua Negara mereka menjadikan para penguasa murtad yang berhukum dengan hukum thaghut sebagai imam atau ulil amri mereka yang wajib diberikan loyalitas dan mereka hampir di semua tempat selalu menuduh mujahidin muwahhidin yang mengkafirkan para penguasa itu, menentangnya dan memeranginya sebagai khawarij yang lebih busuk daripada para penguasa yang menerapkan hukum thaghut itu. Sehingga pada akhirnya mereka damai dengan para thaghut dan para thaghut pun aman dari tangan dan lisan mereka, akan tetapi kaum muwahhidin tidaklah selamat dari lidah mereka yang panjang  lagi tajam. Damai dengan penyembah berhala dan perang terhadap orang-orang Islam yang mereka tuduh sebagai khawarij.

Mereka memiliki kesamaan dengan orang yahudi dalam pemahaman tauhid dan dalam sikap terhadap penganut tauhid.

Adapun di dalam masalah tauhid yaitu di dalam masalah iman dan kufur, maka sesungguhnya sekte salafi maz’um menganggap bahwa kemusyrikan dan kekafiran penguasa yang membuat undang-undang, menerapkan hukum thaghut, merampas hak khusus Allah yaitu pembuatan hukum dan melimpahkannya kepada para anggota Parlemen dengan sistem demokrasinya, menjadikan UUD 1945 sebagai kitab hukum tertinggi yang menjadi rujukan di dalam segala permasalahan sebagai pengganti Kitabullah, menjadikan ideologi (dien) Pancasila sebagai dien yang lebih tinggi dari Islam dan sebagian ajaran Islam boleh diamalkan kalau tidak menyelisihi Pancasila dan sebagian lainnya tidak boleh karena menyelisihinya sehingga penguasa negeri ini loyal penuhnya kepada Pancasila bukan kepada Islam, dan memberikan loyalitas kepada lembaga-lembaga kafir lokal maupun internasional. Sekte salafi maz’um menganggap kemusyrikan dan kekafiran besar yang berlapis-lapis itu hanyalah kufrun duna kufrin atau kufur ashghar yang tidak mengeluarkan dari Islam. Padahal kekafiran dan kemusyrikan para penguasa yang sifat-sifatnya seperti itu dengan kufur akbar yang berlapis-lapis yang mengeluarkan dari Islam adalah permasalahan yang nyata jelas lagi terang benderang yang lebih terang dari matahari di siang bolong karena dalilnya sangat banyak dari Al Kitab, As Sunnah dan ijma yang telah kami paparkan di tempat lain.

Sedangkan kelompok yang pertama kali menganggap syirik akbar sebagai syirik ashghar yang tidak akan mengekalkan pelakunya di dalam neraka adalah orang-orang yahudi, dimana mereka menganggap penyembahan anak sapi yang dibuat oleh Samiri yang merupakan syirik akbar hanya sebagai syirik ashghar yang tidak mengekalkan di dalam neraka, sebagaimana yang Allah ta’ala kabarkan tentang mereka:

وَقَالُو لَن تَمَسَّنَا النَّارُ اِلاَّ اَيَّامًا مَعْدُودَةً
“Dan mereka (orang-orang yahudi yang menyembah anak sapi) berkata: "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja."“ (Al Baqarah: 80)

Juga firman-Nya ta’ala:

وَقَالُو لَن تَمَسَّنَا النَّارُ اِلاَّ اَيَّامًا مَعْدُودَتٍ
“Mereka berkata: "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja."“ (Ali Imran: 24)

Mereka beranggapan bahwa andaikata mereka masuk neraka, maka hanya empat puluh hari saja yaitu  selama waktu empat puluh hari mereka menyembah anak sapi.

Dan para pengklaim salafi-pun demikian, dimana apa yang dilakukan para penguasa thaghut dan ansharnya berupa syirik hukum, penyembahan undang-undang, kesetiaan kepada UUD’45 dan Pancasila, penganutan dien demokrasi dan kekufuran lainnya, menurut para pengklaim salafi hal itu tidaklah membatalkan keislaman dan tentunya andaikata mati diatas hal itu tidak akan mengekalkan di neraka, karena itu hanya sebatas kefasiqan dan kufrun duuna kufrin dan pelakunya tetap dianggap muslim dan bahkan sebagai ulil amri yang wajib ditaati dan kebejatannya tidak boleh dibicarakan di hadapan umum, dan orang-orang yang mengkafirkannya adalah khawarij dan yang memberontak untuk menjatuhkannya adalah anjing-anjing neraka yang sangat besar pahala membunuhnya. Ini berkaitan dengan kesamaan pemahaman aqidah dalam hal al iman dan al kufru.

Sedangkan kaitan dengan kesamaan sikap, maka perhatikanlah Firman Allah ta’ala ini :

اَلَمْ تَرَ اِلئَ الَذِينَ اُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَبِ يُؤْمِنُونَ بِالجِبْتِ وَالطَّغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا هَؤُلاَءِ اَهْدَي مِنَ الذِيْنَ ءَامَنُوا سَبِيلاً
“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al kitab (Taurat)? mereka beriman kepada jibt dan thaghut dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman. (An-Nisa : 51)

Ayat ini berkaitan dengan para tokoh yahudi yang datang kepada musyrikin Mekkah dalam rangka memprovokasi mereka agar memerangi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam dan kaum muslimin di Madinah. Allah ta’ala menyebutkan bahwa mereka itu ahli ilmu dan Al Kitab, mereka beriman kepada jibt (yaitu apa yang manusia tunduk kepadanya selain Allah) dan thaghut (segala yang melampau batas dan segala yang diibadati selain Allah seraya ridla dengannya), dan mereka menganggap bahwa kaum musyrikin Mekkah yang menyembah berhala itu lebih baik daripada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang bertauhid yang menentang segala thaghut dan menolak loyal kepada kekuasaannya.

Dan realita sikap yahudi terhadap kaum musyirikin dan terhadap kaum mukminin ini adalah sama persis dengan sekte salafi maz’um hari ini, dimana para tokoh mereka itu diberi bagian dari ilmu Al Kitab dan As Sunnah, namun mereka itu beriman kepada thaghut dengan bentuk mereka menjadikan para penguasa kafir murtad (yang menurut mereka adalah pemimpin muslim) -yang memberlakukan hukum thaghut, menganut agama (dien) demokrasi, menjadikan Pancasila sebagai pijakan, menjadikan UUD’45 sebagai kitab rujukan hukum tertinggi, dan loyal kepada lembaga-lembaga kafir regional dan internasional- sebagai ulil amri dan pemimpin kaum muslimin yang wajib diberikan kesetiaan dan loyalitas, sedangkan Allah ta’ala telah menggolongkan sikap menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin itu sebagai bentuk sikap kafir kepada Allah ta’ala, kepada Nabi-Nya dan Kitab-Nya, dan itu semakna dengan sikap iman kepada thaghut. Seperti apa yang dikandung dalam Firman-Nya ta’ala:

وَلَوْ كَانُواْ يُؤْمِنُونَ بِالله وَالنَّبِيِّ وَمَا اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَا التَّخَذُوهُمْ اَوْلِيَاءَ
Seandainya mereka beriman kepada Allah, Nabi dan apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), tentu mereka tidak menjadikan orang-orang kafir itu sebagai pemimpin.” (Al-Maidah: 81)

Ayat ini menjelaskan bahwa iman kepada Allah ta’ala itu tidak bisa bersatu dengan sikap menjadikan orang kafir sebagai pemimpin yang mana sikap semacam ini adalah diantara salah satu makna iman kepada thaghut.

Kemudian setelah menyakini bahwa para penguasa kafir murtad semacam tadi itu adalah kaum muslimin yang maksiat yang tidak batal keislamannya sesuai aqidah salafiyyah yahudiyyahnya itu, dan sedangkan kaum muwahhidin yang mengkafirkannya lagi membangkangnya dan menolak loyal kepadanya adalah Khawarij ahli bid’ah yang sesat versi aqidah salafiyyah yahudiyyah di atas, maka mereka (sekte salafi maz’um) itu mengambil kesimpulan dan sikap bahwa para penguasa thaghut yang berhukum dengan undang-undang buatan, yang menganut sistem demokrasi, yang beerfalsafah Pancasila, yang merujuk kepada UUD’45, yang memerangi wali-wali Allah dan loyal kepada wali-wali syaitan itu adalah lebih baik dan lebih lurus jalannya daripada kaum muwahhidin yang hanya loyal kepada Allah dan hukum-Nya dan berlepas diri dari para thaghut, pemerintahannya, demokrasinya, pancasilanya, UUD’45nya dan kebejatan-kebejatan lainnya. Karena para penguasa dan ansharnya hanyalah ahli maksiat dan sedangkan kaum muwahhidin yang menentangnya itu adalah khawarij lagi ahli bid’ah, sedangkan sesuai manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah bahwa ahli bid’ah itu lebih buruk dari ahli maksiat. Halal mengghibah ahli bid’ah dan haram mengghibah penguasa muslim yang maksiat.

Oleh sebab itu hendaklah mereka secara tegas dan mantap memasukkan di dalam point-point manhaj aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah versi salafiyyah yahudiyyah ini bahwa: wajib loyal kepada penguasa yang mengaku muslim walaupun dia memberlakukan undang-undang buatan, berpaham demokrasi, berfalsafah pancasila dan merujuk kepada UUD’45!!!...

Apakah ini manhaj salaf atau manhaj yahudi?!!!

Sadarlah wahai para pengklaim salafi!

Abu Sulaiman Aman Abdurrahman

Rutan Polda Metro Jaya

Pertengahan Rajab 1432 H


NGERIIII, ternyata Inilah sebab JIN Masuk Ke Dalam Tubuh Kita

Tahukah kamu bahwa jin masuk ke dalam  tubuh manusia bukan hanya karena sihir atau  di guna - guna saja, terkadang mereka bangsa jin masu...