Sudah lama aku heran pada seseorang yang mengaku beriman kepada Alloh 'azza wa jalla dan balasan-Nya tetapi ia tetap mengabdi kepada seorang penguasa. padahal, ia menyaksikan juga kedzaliman besar yg di lakukannya
aku benar-benar heran padanya , apa sebenarnya yg membuatnya melakukannya. bila karena kesenangan duniawi, maka yg di dapatnya hanyalah meneriakan nama Alloh di hadapan penguasa, memimpin pertemuan-pertemuan di istana, mendongakkan kepala karena menyombongkan diri pada rekan-rekannya dan memakan harta haram yg ia ketahui sumbernya
lalu di kemudian hari ia pun mengingkari kemungkaran yg di lihatnya, dan ia pun di marahi dan di pecat. pemecatan ini merusak kesenangan yg selama ini di rasakannya saat menjadi pejabat dan mungkin jabatan tersebut baru saja di pangkunya. sehingga, ia pun demikian membutuhkannya. lisan-lisan yg sebelumnya memuji dirinya tiba-tiba menjadi mencelanya
dan andai ia selamat dari bahaya-bahaya ini , ia tetap tidak akan selamat dari mata-mata yg terus menguasainya dan rasa khawatir yg senantiasa menghantuinya. orang ini sama seperti orang yg mengarungi lautan, bila fisiknya selamat dari tenggelam namun hatinya tetap tidak bisa bebas dari rasa takut
bila yg mendorongnya adalah dorongan agama. ia pun tahu bahwa para penguasa tak akan pernah mengizinkannya bertindak sesuai dengan tuntutan agama. mereka biasanya menyuruhnya meninggalkan sesuatu yg wajib dan mengerjakan sesuatu yg haram. karna itu agamanya pun lenyap secara otomatis sedang adzab akhirat jauh lebih pedih
sumber : SAID AL-KHATIR karya Ibnu Al-Jauzi
aku benar-benar heran padanya , apa sebenarnya yg membuatnya melakukannya. bila karena kesenangan duniawi, maka yg di dapatnya hanyalah meneriakan nama Alloh di hadapan penguasa, memimpin pertemuan-pertemuan di istana, mendongakkan kepala karena menyombongkan diri pada rekan-rekannya dan memakan harta haram yg ia ketahui sumbernya
lalu di kemudian hari ia pun mengingkari kemungkaran yg di lihatnya, dan ia pun di marahi dan di pecat. pemecatan ini merusak kesenangan yg selama ini di rasakannya saat menjadi pejabat dan mungkin jabatan tersebut baru saja di pangkunya. sehingga, ia pun demikian membutuhkannya. lisan-lisan yg sebelumnya memuji dirinya tiba-tiba menjadi mencelanya
dan andai ia selamat dari bahaya-bahaya ini , ia tetap tidak akan selamat dari mata-mata yg terus menguasainya dan rasa khawatir yg senantiasa menghantuinya. orang ini sama seperti orang yg mengarungi lautan, bila fisiknya selamat dari tenggelam namun hatinya tetap tidak bisa bebas dari rasa takut
bila yg mendorongnya adalah dorongan agama. ia pun tahu bahwa para penguasa tak akan pernah mengizinkannya bertindak sesuai dengan tuntutan agama. mereka biasanya menyuruhnya meninggalkan sesuatu yg wajib dan mengerjakan sesuatu yg haram. karna itu agamanya pun lenyap secara otomatis sedang adzab akhirat jauh lebih pedih
sumber : SAID AL-KHATIR karya Ibnu Al-Jauzi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar